Rabu, 14 November 2018 07:53 WIB
pmk

Headline

Nasdem Tersinggung dengan Rizal Ramli

Redaktur:

MARAH-Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan pers Selasa (11/9/2018). CHARLIE/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Hubungan Partai NasDem dan mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli memanas. Nasdem tersinggung dengan pernyataan Rizal Ramli yang menyebut Surya Paloh, sang ketua umum actor di balik impor pangan pemerintah bersama Menteri Pedagangan Enggartiasto Lukito.

Ketua DPP Partai NasDem Bidang Otonomi Daerah sekaligus Komandan Strategis, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, NasDem mendesak Rizal Ramli mengklarifikasi ucapannya yang dinilai tak sopan dan mendiskreditkan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh dan Presiden Joko Widodo.

Syahrul mengatakan, pernyataan yang berisi tuduhan bahwa Surya Paloh menekan Jokowi terkait kebijakan ekonomi, ekspor dan impor adalah fitnah yang keji. Hal itu telah menyebabkan pembunuhan karakter pada Surya di masyarakat karena telah dikutip oleh berbagai media.

"Pernyataan disampaikan oleh RR (Rizal Ramli, red) terhadap Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh adalah fitnah keji, tidak berdasar, dan mengarah pada pembunuhan karakter seseorang," ujar Syahrul dalam konferensi pers di DPP partai NasDem, Selasa (11/9).

Dikatakan, pernyataan Rizal Ramli dinilai merendahkan martabat seorang Presiden Republik Indonesia. “Bapak Joko Widodo digambarkan sebagai sosok yang mudah ditekan oleh pihak lain," lanjutnya.

Selain itu, ia juga mengklaim, Surya Paloh tak pernah turut campur dengan kebijakan impor yang dilakukan pemerintah. Apalagi hingga ikut mengatur atau mengambil keuntungan, baik dalam kapasitasnya sebagai Ketum NasDem maupun secara pribadi.

Surya Paloh disebut tidak memiliki bisnis terkait impor beras, impor gula, impor garam seperti yang dikesankan dalam pernyataan Rizal Ramli.

Syahrul menyebut, partainya selalu memegang komitmen tanpa syarat dalam mendukung Pemerintahan Jokowi-JK di mana Surya Paloh tidak pernah meminta jatah menteri, apalagi proyek kepada pemerintah.

"Ketua Umum Surya Paloh juga tidak pernah masalah jika menteri dari NasDem tidak becus kinerjanya dan kemudian di-reshuffle," lanjutnya.

Selama terjadinya reshuffle kabinet, Syahrul menyebut sudah beberapa kali menteri dari Partai NasDem diganti dan hal itu tidak menjadi masalah bagi partainya. 

"Terkait dengan kebijakan impor yang dilakukan oleh pemerintah, Partai NasDem sama sekali tidak memiliki sangkut-paut, baik secara langsung maupun tidak langsung," tambah Syahrul.

Dia menyatakan, kebijakan impor yang diputuskan pemerintah selalu memiliki dasar dan alasan yang kuat berdasarkan data dan situasi pasar. Penetapannya dilakukan atas kesepakatan lintas kementerian yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution.

Kendati demikian, kata Syahrul, NasDem mengaku tak bisa menebak apa maksud Rizal Ramli mengungkap pernyataan tersebut. NasDem menyayangkan kritikan vulgar yang disebutnya tak berbasis data tersebut.

"Kita enggak tahu apa motivasinya. Kalau kritik pemerintah boleh tapi kenapa Pak Surya dibawa-bawa? Apa mau cari musuh? Kritik boleh tapi membunuh orang jangan," kata Syahrul.

Ditambahkan Ketua DPP NasDem Bidang Advokasi dan Hukum, Hermawi Taslim, Partai NasDem mengancam akan melaporkan Rizal Ramli  ke Bareskrim Polri, jika tidak mencabut pernyataannya. Bahkan, pihaknya telah melayangkan somasi terhadap Rizal Ramli.

"Jika dalam 3x24 tidak mencabut pernyataan, akan kami laporkan ke Bareskrim," kata Hermawi Taslim di lokasi yang sama.

Diketahui, Rizal Ramli mengatakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita merupakan biang kerok dari melemahnya rupiah terhadap dolar. Ini diungkapkannya dalam acara Business Forum yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta tanggal 6 September 2018.

Dia juga mengatakan, Enggar tak ditegur karena merupakan kader NasDem yang dipimpin oleh Surya Paloh.

"Jadi biang keroknya sebetulnya saudara Enggar, ya. Cuma Presiden Jokowi gak berani negor, takut sama Surya Paloh, ya. Saya katakan Pak Jokowi panggil saya saja biar saya yang tekan Surya Paloh, karena ini brengsek," ujarnya saat itu.

Rizal Ramli juga sempat menyerukan Jokowi untuk memberhentikan Enggar.

Saat dikonfirmasi, Rizal Ramli enggan menanggapi somasi dari NasDem tersebut. "Maaf belum terima dan baca (somasi, red). Pada waktunya akan direspons," ucap RR singkat. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #partai-nasdem #rizal-ramli 

Berita Terkait

IKLAN