Rabu, 26 September 2018 03:59 WIB
pmk

Headline

Pesan UBN dan Aa Gym, Jangan Tuhankan Pilpres

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID -  Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)  dan Ustad Bachtiar Nasir (UBN) mengajak umat Islam agar tidak terpecah belah dalam menghadapi pemilihan presiden. Tetaplah menjadi muslim yang baik, yang berpegang teguh pada Al quran, hadis dan ulama.

Mereka berdua pun menegaskan tak akan terlibat dalam tim kampanye kedua pasangan calon, baik Prabowo-Sandi maupun Jokowi-Ma’ruf Amin.

"Oh tidak. Itu hoaks (berita bohong). Saya tidak terlibat di timses manapun," kata Aa Gym kepada INDOPOS saat menghadiri acara Milad ke-10 lembaga AQL (Ar-Rahman Quranic Learning) di Jakarta,  Selasa (11/9/2018).

Pemimpin Ponpes Daarut Tauhid ini menegaskan, dirinya tidak akan ambil bagian menjadi tim sukses dua pasangan calon presiden,  meski diminta.

"Kedua belah pihak sudah paham dengan Aa yang  lebih suka berada di jalur (tengah) ini," ucapnya.

Dirinya menilai, Pilpres bukanlah segalanya. Dia menyatakan yang terpenting adalah akidah umat Islam tetap terjaga.

"Pilpres penting tapi bukan segalanya. Saya ingin berkhidmat agar Pilpres ini tidak merusak akidah,  akhlak dan ukhuwah (persaudaraan)," ucapnya.

Atas dasar itu,  Aa Gym mengimbau kepada kedua kubu pasangan capres-cawapres agar menjadikan pesta demokrasi ini sebagai momen untuk berlomba menambah amal kebajikan dan bukan sebaliknya.

Aa Gym mengibaratkan Pilpres sebagai perlombaan untuk menjadi yang terbaik tanpa harus memikirkan atau mencari-cari kelemahan lawan. Menurut pimpinan pondok pesantren Daarut Tauhid itu, Pilpres jangan dianggap sebagai pertandingan ketika pesertanya harus saling menjatuhkan, dan mencari-cari kekurangan serta kelemahan lawan supaya bisa menang.

"Harus menjadi fastabiqul khairat dan berniat baik negeri ini," tegasnya.

Dirinya pun mengingatkan bahwa apa yang terjadi di bumi ini,  termasuk Pilpres sudah tercatat oleh Allah SWT.

"Karena yang menjadi presiden itu sudah tertulis di lauhul mahfuzh. Jadi kita hanya ikhtiar untuk menambah amal saleh," terangnya.

Aa Gym juga mengimbau masyarakat supaya Pilpres 2019 ini tidak merusak niat untuk tetap berada di jalan Allah SWT. "Jangan sampai menuhankan capres-cawapres. Jangan merusak niat. Jangan gara-gara capres terus lupa salat," tambahnya.

Di lokasi yang sama,  Ustad Bachtiar Nasir juga mengaku tak mau jadi tim pemenangan ataupun jurkam.

"Saya pikir, saya tidan bisa jadi jurkam. Dan saya juga tak ada konfirmasi dengan pihak manapun," katanya kepada INDOPOS.

Di tahun politik ini, Pria yang akrab disapa UBN ini pun mengimbau kepada umat Islam agar berpegang pada tiga hal.  "Berpeganglah pada Al-Quran, Hadis dan ulama. Insya Alloh kita selamat di tahun politik ini," ucap UBN.

Namun dia mengingatkan bahwa umat Islam juga harus paham ulama seperti apa yang harus diikuti nasehatnya.

"Pertanyaannya adalah ulama yang mana jika terjadi perbedaan pendapat. Nah di sini kita umat sedang dilatih kedewasaan. Intinya, jangan sampai perbedaan (pilihan) ini menghancurkan persatuan kita di Indonesia," jelasnya.

Dirinya menangkap sinyal bahwa di tahun politik ini umat Islam sengaja ingin dibentur-benturkan, sehingga Persaudaraan umat Islam menjadi terpecah.

"Persatuan kita sudah dipecah.  Apa itu? ulama dan lembaga keulamaan. Ini yang harus dijaga. Dan Kita sedang diacak-acak lewat itu. Dia nembak satu peluru terus lari. Tapi kita tidak tahu siapa orang itu," tegasnya.

Apakah orang tersebut ada di dalam dua kubu capres-cawapres?  UBN membantah hal itu. " Bukan dua kubu ini.  Dua kubu ini justru yang sedang dimainkan oleh mereka di belakang. Jadi jangan mau kita umat Islam dihadap-hadapkan. Karena situasi ini berbeda dengan situasi yang kita persengkakan itu," tandasnya.

Seperti apakah contohnya?  "Jangan mau dibenturkan antara NU dengan Non NU. Jangan mau dibenturkan antara alumni 212 dan Banser. Jangan mau terpancing dengan persekusi,  dan lain-lain," serunya.

Meski begitu,  dirinya melanjutkan, untuk pilihan capres-cawapres di Pilpres nanti,  tetap tidak pernah berubah dengan pergerakan yang dia lakukan selama ini.

"Gak boleh lepas dari Al Quran dan sunah. Apa yang kita pilih harus sesuai itu. Artinya tegas saja kalau soal pilihan. Dari zaman aksi 411 dan 212 saya tidak akan berubah," tegas UBN. (dil) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilpres-2019 #pemilu-2019 

Berita Terkait

IKLAN