Rabu, 14 November 2018 01:36 WIB
pmk

Headline

Masuk Timses, Erick Thohir Harus Mundur dari Ketua KOI

Redaktur: Redjo Prahananda

Mantan KE KOI Anthony Sunarya meminta Erick Thohir Mundur dari Ketua KOI. bambang/indopos

INDOPOS.CO.ID - Setelah memutuskan menjadi Tim Sukses pasangan Capres-Cawapres, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, posisi Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir menjadi persoalan.

Sebab, bila mengacu pada Piagam Olimpiade (Olympic Charter ), Erick jelas melanggar Pasal 16 Ayat 1 dan Pasal 27 ayat 6. Dalam pasal tersebht tertulis, anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) harus menjaga diri dari pengaruh komersial, ras/agama, maupun politik.

Mengacu pasal tersebjt IOC wajib memiliki otonomi penuh agar agar tugas mereka  sebagai motor gerakan Olimpiade bebas dari intervensi. Erick  sempat berkilah, kalau dia tidak  mematuhi Olympic Charter.

Dia menjelaskan, KOI memang anggota IOC. Namun, secara pribadi, dia tidak termasuk bagian dari organisasi yang bermarkas di Lausanne, Swiss, tersebut.

Alasan Erick  tersebut mendapat tanggapan serius  dari mantan anggota Komite Eksekutif (KE) KOI era Rita Subowo, Anthony Sunarya.

Anthony menjelaskan,sebelum mengeluarkan statement,  Erick membaca dulu Olympic Charter secara keseluruhan.

Komite Olimpiade Nasional (NOC) masing-masing negara adalah satu dari tiga pilar gerakan Olimpiade, selain IOC dan Federasi Internasional (IF) cabang olahraga .

Dengan begitu, otomatis, Erick sebagai ketua NOC Indonesia harus tunduk kepada aturan tersebut.

“Karena KOI ini NOC, otomatis ketua juga merupakan anggota IOC. Dan jelas juga kok aturannya, setiap Ketua maupun Sekretaris Jenderal NOC dan pimpinan International Federation adalah anggota IOC juga. Jadi tak bisa Pak Erick beralasan dia bukan anggota IOC,” ujar Anthony, Rabu (12/9) .

Lagipula, Anthony melanjutkan, rangkap tugas KOI dan Ketua Timses  Erick dapat menjadi perseden buruk bagi olahraga Indonesia. Setiap Timses pasti memiliki potensi menjadi sasaran tembak lawan politik.

Anthony menyarankan Erick untuk mundur dari jabatan sebagai Ketua KOI. Namun, sebelum meninggalkan posisi, Erick wajib menyelesaikan pertanggungjawaban sebagai Ketua Pelaksana Panitia Asian Games Indonesia (INASGOC).

“Sekarang, Pak Erick selesaikan dulu saja masalah laporan-laporan Asian Games 2018. Setelah itu mundur,” kata Anthony menambahkan. (bam)


TOPIK BERITA TERKAIT: #sektor-industri 

Berita Terkait

IKLAN