Selasa, 25 September 2018 04:36 WIB
pmk

Banten Raya

Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram di Lebak Meluas

Redaktur:

Warga mengantre untuk membeli gas elpiji 3 kg di salah satu agen gas elpiji beberapa bulan lalu. Foto. ISMAIL POHAN/DOK/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kelangkaan Gas Elpiji isi 3 kilogram kini kian meluas di Kabupaten Lebak. Jikapun masih ada yang menjual, harganya pun kini selanggit mencapai Rp 35 ribu per tabung. Padahal, Pemkab Lebak sudah menetapkan harga gas elpiji bersubsidi tersebut boleh dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 16.400 per tabung.

Berdasarkan pemantauan INDOPOS di sejumlah pangkalan dan pengecer di Kota Rangkasbitung, keberadaan gas elpiji ukuran 3kg sangat sulit didapat, karena setiap ada pengiriman dari agen ke pangkalan, langsung diserbu oleh pembeli dan pengecer. ”Saya dapat jatah pembelian 200 tabung seminggu 2 kali dari agen. Baru saja diturunkan dari mobil agen,satu jam sudah ludes diborong oleh pengecer dan warga,” ungkap Lina,seorang pemilik pangkalan di Jalan Multatuli.

Sementara sejumlah pengecer gas elpiji di Kecamatan Warunggunung mengaku,sudah lebih dari sebulan dia tidak mendapatkan pasokan secara normal dari pangkalan. Alasanya sudah keburu habis diborong oleh warga dan pengecer lain. ”Kalaupun saya dapat jatah dari pangkalan, paling saya bisa beli 10 tabung,” ungkap Sarja, seorang pengecer di DesaSelaraja, Kecamatan Warungggunung, Selasa (11/9).

Ia mengaku menjual gas elpiji ukuran 3 kg kepada warga dengan harga Rp 25 ribu per tabung karena langkanya barang tersebut. ”Mungkin hukum pasar berlaku. Barang sulit harga mahal,”cetusnya.

Ny Enjum (55), warga Kampung Beneur, Desa Selaraja,Kecamatan Warunggunung mengaku, dirinya membeli gas elpiji dengan harga Rp 25 ribu per tabung di pengecer, karena dirinya tidak tahu dimana ada pangkalan gas elpiji di Desa Selaraja. ”Dari dulu juga sudah Rp 25 ribu,”katanya.   

Supriadi, salah seorang warga Kecamatan Bayah mengatakan, saat ini warga sudah mulai resah dengan langkanya gas elpiji 3 kg. “Isteri saya kemarin beli gas 3kg harganya sudah Rp 35 ribu. Itu pun barangnya sangat sulit didapat, karena hampir semua pangkalan dan pengecer terjadi kekosongan,” ungkapnya.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Provinsi Bnaten, H Epu Saefullah  kepada wartawan mengatakan, langkanya gas elpiji ukuran 3 kg disebabkan karena kuota yang terbatas, dan ditambah adanya dugaan penyelewengan, dimana banyak ASN, restoran atau usaha yang harusnya menggunakan gas non subsidi malah menggunakan gas ukuran 3 kg.

Padahal, kata Epu, yang juga ketua DPCPKB Kabupaten Lebak ini, berdasarkan peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM) Nomor 26 tahun 2009, peruntukan gas elpiji 3 kilogram merupakan subsidi bagi kalangan tidak mampu.

“Karena itu, kami dari Hiswana Migas berkali-kali mengingatkan masyarakat menengah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak memakai gas elpiji 3 kg, agar kuota yang terbatas mencukupi untuk kebutuhan masyarakat tidak mampu,” terangnya.

Epu menegaskan, agen maupun pangkalan dilarang menjual gas bersubsidi melebihi HET. Jika tidak mengindahkan, pihaknya akan memberikan sanksi berupa teguran, pengurangan alokasi, hingga Pemutusan Hubungan Usaha (PHU). (yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gas-elpiji 

Berita Terkait

Gas Elpiji Naik Lagi?

Opini

Subsidi LPG 3 Kg Rawan Diselewengkan

Nasional

IKLAN