Rabu, 19 September 2018 12:48 WIB
pmk

Nasional

PBNU Bakal Bahas Status Rais Aam Ma'ruf Amin di Pleno

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Posisi Ma'ruf Amin yang masih menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bakal ditentukan dalam rapat pleno. Rencananya pleno akan digelar pada 22 September, usai penetapan pasangan capres - cawapres.

"Jadi penetapan pasangan capres akan ditetapkan oleh KPU, waktunya 20 September ya, 21 September schedulnya pengambilan nomor urut. Insya Allah rapat pleno akan dilaksanakan pada 22 September," ujar Sekjen PBNU Helmy Faishal di Kantor PBNU Kramat Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Ia mengatakan rapat pleno tersebut akan mendengarkan langsung pernyataan dari Ma'ruf Amin yang akan dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan posisi Rais Aam.

"Tentu kita akan melihat nanti apa yang menjadi keputusan dari rapat pleno tersebut," katanya.

Sementara Ma'ruf sendiri yang maju mendampingi Jokowi sebagai cawapres dinilai banyak pihak harus mundur dari jabatannya di ormas yang berdiri tahun 1926 tersebut.

Putri mendiang Gus Dur, Yenny Wahid merupakan salah satu yang meminta hak tersebut. Menurutnya, PBNU merupakan organisasi keummatan. Ia tak ingin dengan majunya Ma'ruf Amin akan membuat NU dimanfaatkan menjadi kepentingan politik tertentu.

"Kami tidak ingin NU dijadikan alat pijakan buat politik. NU lebih besar dari sekadar pilpres. Pilpres itu 6 atau 5 tahunan. NU ini untuk kepentingan bangsa," ujar Yenny, Senin (10/9/2018). (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pbnu #maruf-amin #pemilu-2019 #pilpres-2019 

Berita Terkait

IKLAN