Kamis, 20 September 2018 07:56 WIB
pmk

Banten Raya

Pemilih Ganda Ancam Pemilu

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang memperingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa untuk melakukan pendataan ulang pada daftar pemilih tetap (DPT). Pasalnya, dalam penetapan jumlah pemilih tersebut terdapat banyak pemilih ganda sehingga rawan kericuhan.

Ketua Bawaslu Kota Tangerang, Muhammad Agus Muslim mengatakan, rekomendasi pendataan ulang yang diajukan ke KPU perlu dilaksanakan karena kehadiran pemilih ganda ini akan menimbulkan kekacauan dalam pehitungan suara dalam pemilihan presiden dan wakil rakyat. Apalagi, dalam pelaksanaan pemilu serentak ini, perolehan suara besar harus didapatkan para calon wakil rakyat dari berbagai partai politik.

“Jika mau lancer, KPU harus melakukan pendataan ulang. Data ganda ini akan membuat persoalan penyelenggaraan pemilu serentak ricuh. Makanya KPU harus memperhatikan ini,” katanya kepada wartawan dan INDOPOS, Selasa (11/9).

Data Bawaslu Kota Tangerang menyebutkan ada 5.175 daftar pemilih ganda dari 1.061.880 DPT yang ditetapkan KPU Kota Tangerang. Jumlah pemilih ganda ini tersebar di 13 Kecamatan dan pernah muncul dalam Pilkada 2018 lalu. “Datanya warga yang pindah kecamatan atau kelurahan tidak dihapus. Jadi di tempat lama terdaftar, di tempat baru juga terdaftar. Aturannya hanya satu saja,” ungkapnya.

Dijelaskan, dugaan temuan pemilih ganda ini didasari pada sinkronisasi hasil data yang didapat dari data DPT  KPU Kota Tangerang. Adapun analisis untuk mendapatkan pemilih ganda ini menggunakan tiga elemen seperti kesamaan nama, NIK, dan alamat. “Setelah kami melakukan pencermatan pengecekan nama, alamat dan Nomor Induk KTP lalu disandingkan data dari KPU memang ada pemilih ganda,” paparnya.

Menurutnya, data pemilih ganda tersebut telah dianalisa, sehingga pihaknya merekomendasikan kepada KPU Kota Tangerang agar segera ditindaklanjuti. Kata dia, koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang untuk melakukan pengecekan data warga. Dirinya yakin jika ini dikerjakan KPU, maka pemilih ganda itu tidak akan muncul kembali.

“Kami sudah membuat surat dan nanti akan kami layangkan ke KPU. Data ganda ini menjadi fokus pengawasan Bawaslu dalam mengawal tahapan pileg dan pilpres Tahun 2019,” ujar Agus.

Ketua KPU Kota Tangerang, Sanusi Pane menuturkan, belum melakukan verifikasi ulang terhadap jumlah DPT yang telah ditetapkan jajarannya tersebut. Sebab, ada beberapa pekerjaan lain yang sedang mereka selesaikan. Akan tetapi, pihaknya pun berjanji akan melakukan pendataan ulang DPT untuk mencoret daftar pemilih ganda ini.

“Satu-satu akan diselesaikan, masalah ini kan belum terlalu crowded. Yang sekarang diwaspadai adalah antisipasi serangan fajar pada pemilu serentak jni. Pasti akan kami cek dan saring lagi DPT dengan cara pencocokan dan penelitian (coklit),” tuturnya.

Ditambahkan Sanusi, pelaksanaan Coklit terhadap jumlah DPT Kota Tangerang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Pihaknya pun akan melakukan publikasi jika daftar pemilih ganda itu ditemukan. Dan juga berencana akan melakukan penetapan ulang DPT untuk menyelesaikan verifikasi data tersebut.(cok)

DPT  Kota Tangerang Bermasalah

-    Adanya 5.175 daftar pemilih ganda

-    Pemilih ganda ini memiliki kesamaan nama, NIK, dan alamat.

-    Pemilih yang pindah alamat tidak dihapus dari daftar

-    Pemilih ganda tersebar di 13 kecamatan

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pemilu-2019 

Berita Terkait

IKLAN