Minggu, 18 November 2018 11:55 WIB
pmk

Jakarta Raya

Wali Kota Tak Sediakan Sarana Umum, Warga Gelar Hajatan di Pemakaman

Redaktur:

MELANGGAR - Tempat pemakaman umum di Jakarta Timur dijadikan lokasi menggelar pesta pernikahan. NASUHA/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Jakarta Timur (Jaktim) kekurangan sarana umum untuk warga yang hendak menggelar hajatan atau kegiatan lainnya. Akibatnya, lahan pemakaman yang notabene adalah tempat sakral, dijadikan lokasi menggelar pesta pernikahan.

“Penggunaan lahan pemakanan di Jakarta Timur karena warga tidak memiliki tempat. Hal ini harus menjadi perhatian walikota setempat agar ke depan menyediakan lokasi bagi warga yang hendak menggelar hajatan,” ujar pengamat perkotaan Sugiyanto, Selasa (11/9).

Sugiyanto meminta walikota sebagai pimpinan wilayah untuk sering-sering memantau kondisi masyarakat. Tanyai warga apa saja yang menjadi kebutuhan mereka. “Kalau warga membutuhkan sarana berkumpul atau menggelar hajatan, sebaiknya segera disediakan,” katanya.

Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Jakarta melarang warga menggelar hajat di Tempat Pemakaman Umum (TPU).

"Ada larangannya di Perda Ketertiban Umum dan Perda Pemakaman," kata Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Jakarta, Djafar Muchlisin.

Pasal 42 Perda Nomor 3 Tahun 2007 tentang Pemakaman menyebut, "Setiap ahli waris dan/atau pihak yang bertanggungjawab memakamkan jenazah dilarang mendirikan, memasang, menempatkan, menggantungkan benda apapun di atas atau di dalam petak tanah makam serta yang dapat memisahkan makam yang satu dengan yang lain, kecuali plakat makam dan lambang pahlawan".

Adapun di Perda Nomor 7 Tahun 2008 tentang Ketertiban Umum, juga melarang sipapa pun memasuki atau berada di jalur hijau atau aman yang bukan untuk umum. Begitu pula kegiatan hiburan dilarang diselenggarakan tanpa seizin pejabat.

Djafar mengatakan, kegiatan pesta sebenarnya bisa diselenggarakan di ruang publik terpadu amah anak (RPTRA).

"Sebenarnya kalau mau menggelar acara, itu di taman-taman kita, di RTH itu boleh saja asal sudah mendapat izin," kata Djafar.

Izin yang dimaksud bisa diurus di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kelurahan masing-masing. Djafar meminta agar warga memanfaatkan taman alih-alih TPU.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan panggung dangdutan digelar di area TPU, ramai dibicarakan di media sosial.

Terlihat sekelompok grup musik dangdut, yang terdiri dari pemain organ, kendang, seruling, dan seorang biduan, membawakan lagu di atas panggung yang berhadapan langsung dengan petak-petak pemakaman.

Dua buah speaker besar yang terpasang di samping kanan dan kiri panggung semakin memeriahkan suasana. Peristiwa itu terjadi pemakaman umum (TPU) Pondok Kelapa, Jakarta Timur. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #peristiwa 

Berita Terkait

Preman Uzur Gagahi Siswi SMP hingga Hamil

Megapolitan

5 Pembunuh Khashoggi Dituntut Mati

Internasional

Stop Bunuh Gajah!

Headline

Korban Keracunan Masal Jadi 102 Orang

Megapolitan

Saling Bantah Penahanan Bayi di RSUD

Jakarta Raya

Israel Bunuh Panglima Al-Qassam

Internasional

IKLAN