Selasa, 20 November 2018 07:01 WIB
pmk

Ekonomi

DPR Imbau ‘Unicorn’ Jaga Investasi dan Stabilitas Rupiah

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Dengan jumlah pengguna internet terus meningkat, Indonesia perlahan bergerak menuju ekosistem ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebut 143,26 juta orang Indonesia menggunakan internet pada akhir 2017. Angka tersebut menggambarkan pasar menggiurkan bagi perusahaan rintisan bermimpi untuk menjadi unicorn.

Kini, terdapat empat unicorn perusahaan berbasis start-up antara lain: GoJek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak. Empat perusahaan ini menjelma menjadi perusahaan raksasa karena internet.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Yudha meminta, khususnya GoJek tidak melakukan ekspansi ke Vietnam, ditengah pasar ekonomi domestik melemah. GoJek meningkatkan elektabilitas penguasaan pasar dalam negeri seperti negara China.

"Pasar dalam negeri masih luas. Pemain didorong untuk menjadi penguasa dalam negeri. Baru kuasai pasar luar negeri. Belajar dari China yang punya keunggulan komparatif dan kompetitif dengan teknologi yang dimiliki," kata Satya di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (12/9/2018)

"Ekspansi ke Vietnam yang nikmati nanti justru mereka terutama dari sisi value chain," tambahnya.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan, Eva Kusuma Sundari menilai, kehadiran Unicorn ini membantu pemerintah yang sedang berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan inovasi di Tanah Air.

Namun, para unicorn ini seharusnya mampu lebih memahami peran mereka dalam pergerakan ekonomi Indonesia, disaat rupiah tengah melemah.

"Indonesia perlu tingkatkan index kompetisi agar para unicorn tetap stay menggarap pasar dalam negeri, karena potensi kita sangat besar," ujar dia.

Sementara itu, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mendesak Pemerintah membuat aturan yang jelas soal kinerja para unicorn.

Dia pun menilai, pemerintah kurang antisipasi terhadap perubahan lingkungan bisnis bergerak ke arah digital.

"Regulasi tidak ada. Sekarang, bersifat parsial. Contoh ride sharing cuma diatur PP Menhub. Padahal bisnis unicorn seperti GoJek berkembang luas menjadi 10 bidang," jelas dia.

"Perlu peta jalan dan blueprint yang jelas. Polemik dapat diakhiri kalau regulator memiliki aturan. Ekonomi digital adalah keniscayaan. Tinggal aturan jelas untuk meminimalkan ekses.”(aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #asosiasi-penyelenggara-jasa-internet-indonesia #unicorn #jaga-investasi-dan-stabilitas-rupiah 

Berita Terkait

Jokowi Minta Jumlah Unicorn Ditambah

Ekonomi

IKLAN