Rabu, 26 September 2018 07:54 WIB
pmk

Nasional

Efektifkan Penerimaan Negara, Usulkan Inspektorat Bea Cukai Bertanggung Jawab ke Presiden

Redaktur: Redjo Prahananda

Ketua Umum Nasional Corruption Watch Saiful Nazar mengusulkan direktorat kepatuhan internal atau Inspektorat Jenderal di Bea Cukai, bertanggungjawab ke Presiden.

INDOPOS.CO.ID - Ketua Umum Nasional Corruption Watch Saiful Nazar mengusulkan direktorat kepatuhan internal atau Inspektorat Jenderal di Bea Cukai, bertanggungjawab ke Presiden. Hal itu untuk memaksimalkan penerimaan negara, baik itu dari bea masuk maupun cukai. "Irjen harus bertanggungjawab langsung ke Presiden.

Seperti di Amerika. Itu untuk memaksimalkan pengawasan sekaligus membantu mendongkrak penerimaan negara," ujar Saiful saat diskusi seberapa efektif pengawasan Kepabeanan sebagai salah satu sumber devisa negara, di Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Lebih lanjut ia mengatakan, Indonesia kerap menjadi sasaran barang selundupan. Hal itu menurutnya bisa diketahui dengan banyaknya barang beredar impor non SNI.

"Barang beredar ilegal di pasar banyak yang tidak ada SNI. Sistem pengawasannya bagaimana, jangan hanya menyalahkan pelabuhan tikus. Harus bersinergi semua stakeholder. Pelabuhan tikus itu kecil, tidak besar," beber Saiful. Ia menambahkan, ditengah kondisi perekonomian saat ini, sudah saatnya peran Bea Cukai dimaksimalkan.

"Salah satu caranya, masukan dari kami Irjennya bertanggungjawab ke Presiden. Serta bersinergi dengan semua stakeholder. Seperti BIN, TNI dan Polri," pungkasnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bea-cukai #usulkan-inspektorat-bea-cukai-bertanggungjawab-ke-presiden 

Berita Terkait

IKLAN