Sabtu, 22 September 2018 06:23 WIB
pmk

Nasional

Danrem 101/Antasari: Waspadai Narkoba dan Bahaya Laten Komunis

Redaktur:

Peringatan HUT ke-59 Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) dan HUT ke-40 Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI POLRI (FKPPI) di Gedung Satria DPD Pepabri Kalimantan Selatan (Kalsel), Jalan Belitung, Banjarmasin, Selasa (12/9/2018). Dispenad for INDOPOS.

INDOPOS.CO.ID -Saat ini narkoba dan bahaya laten komunis merupakan musuh yang paling berbahaya bagi bangsa Indonesia. Dimana, narkoba merusak masyarakat, tidak peduli anak-anak maupun dewasa. Sementara komunis merupakan suatu paham yang akan menggantikan dasar negara, Pancasila dan UUD 1945, serta bisa merusak Bhinneka Tunggal Ika. 

Demikian disampaikan Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya saat peringatan HUT ke-59 Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) dan HUT ke-40 Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI POLRI (FKPPI) di Gedung Satria DPD Pepabri Kalimantan Selatan (Kalsel), Jalan Belitung, Banjarmasin, Selasa (12/9/2018).

"Untuk itu, marilah kita bersama-sama mewaspadai dan antisipasi kedua hal tersebut. Apabila ditemui di lingkungan sekitar kita, segera laporkan kepada TNI atau Polri agar masa depan bangsa Indonesia semakin mantap dan sukses,” ajak Yudianto Putrajaya.

Ia berharap, purnawirawan TNI dan Polri turut serta dalam mengawasi jalannya pembangunan dan perkembangan bangsa Indonesia, dari berbagai faktor lain yang dapat mengancam kedaulatan bangsa.

"Saya berharap agar peringatan hari ulang tahun ini dapat dijadikan sebagai wahana untuk mawas dan mengevaluasi diri, atas segala pelaksanaan tugas dan pengabdian, sekaligus menumbuhkan tekad untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas pada masa-masa mendatang,” tuturnya.

Sebab, lanjutnya, dengan selalu melakukan evaluasi dan introspeksi diri, akan diketahui apa yang menjadi kekurangan, kelemahan, dan kekuatan yang ada pada diri.
“Keberanian untuk mengakui kelemahan dan kekurangan merupakan sebuah cerminan dalam memantapkan tekad dan semangat untuk mengawal dan mengamankan bangsa dan negara Indonesia, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya.(ydh)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #waspadai-narkoba-dan-bahaya-laten-komunis 

Berita Terkait

IKLAN