Nasional

Ijtima Ulama Jilid II Digelar 16 September, Diikuti 1.000 Ulama

Redaktur:
Ijtima Ulama Jilid II Digelar 16 September,  Diikuti 1.000 Ulama - Nasional

(ki-ka) Ketua Panitia Acara (OC) Ijtima Ulama Jilid II Muhammad Nur Sukma, Ketum GNPF Ulama Ustad Muhammad Yusuf Martak (dua kiri), Sekretaris OC Edi Mulyadi, Ketua SC Ijtima Ulama II KH Abdul Rosyid Abdullah Syafii, Ketum Front Pembela Islam (FPI) KH Shabri Lubis dan Sekretaris SC Ustad Dani Anwar.

INDOPOS.CO.ID - Setelah rekomendasi pertama tidak diindahkan oleh calon presiden Prabowo Subianto,  Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama (GNPF-U)  kembali akan menggelar Ijtima Ulama jilid II.

Rencananya, menurut Ketua Umum GNPF-U Muhammad Yusuf Martak,  acara akan digelar pada 16 September 2018. "Rencananya acara akan digelar satu hari saja pada 16 september di Jakarta. Dimulai pagi hari diselesaikan sore hari. Acara Insya Allah di Jakarta," kata Yusuf Martak saat jumpa pers di kawasan Tebet,  Jakarta,  Kamis (13/9/2018).

Dia pun menjelaskan bahwa acara ini sengaja dibuat dikarenakan Prabowo tidak mengindahkan apa yang menjadi rekomendasi di awal Ijtima pada 27-29  Juli 2018 lalu.

Di mana pada Ijtima Ulama I untuk Komisi Bidang Politik menghasilkan dua rekomendasi untuk pasangan capres-cawapres.  Yakni untuk pasangan pertama adalah Prabowo dengan Habib Salim Segaf Al Jufri. Dan pasangan kedua adalah Prabowo dengan Ustad Abdul Somad.

"Dikarenakan adanya pasangan yang tidak terakomodir, hingga kemudian muncul nama Bapak Prabowo dan Sandiaga Salahudin Uno, maka kita melakukan ijtima ulama kedua," ucap Yusuf Martak.

Dirinya pun menjelaskan bahwa panitia tidak mau semena-mena tanpa mau menerima atau langsung menolak tanpa ada pertemuan lanjutan. "Jadi kita kembalikan ke ijtima kedua, nanti dibahas paslon yang sudah ditetapkan dan didaftarkan. Ijtima itu semangat dari Pilpres," jelasnya.

Sementara itu,  Ketua Panitia Acara Ijtima Ulama Jilid II,  Muhammad Nur Sukma menjelaskan bahwa acara nanti akan diikuti oleh 1.000 ulama. "Dan jumlah ini lebih banyak dua kali lipat  dari Ijtima yang pertama yang hanya diikuti oleh 500 ulama," ucapnya.

Kenapa lebih banyak jumlah pesertanya? Nur Sukma pun menjelaskan hal itu lantaran banyak ulama yang memang ingin memberikan masukan dalam pilpres mendatang.

"Selain karena ada yang baru, banyak juga ulama yang memang  pada Ijtima Ulama I tidak bisa ikut karena keterbatasan tempat. Jadi untuk Ijtima kedua nanti pastinya kita akan mencari tempat yang lebih besar yang banyak menampung peserta," ungkapnya.

Selain kehadiran ulama,  Nur Sukma pun menjelaskan bahwa capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno juga akan diundang di dalam acara itu.  "Serta para ketua umum partai koalisi juga akan kita hadirkan untuk mensengarkan keputusan Ijtima Ulama Jilid II nantinya,"  ucap Nur Sukma.  (dil)

Berita Terkait


Baca Juga !.