Senin, 19 November 2018 11:19 WIB
pmk

Politik

Bawaslu: Data Ganda Pemilih Bertambah Jadi 2,8 Juta

Redaktur: Ali Rahman

ilustrasi Foto : Dok. INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ketua Bawaslu RI, Abhan menyebut pihaknya saat ini menemukan sebanyak 2,8 juta data ganda pemilih. Data ini berasal dari penyisiran terhadap 477 kabupaten/ kota, dari 151.244.567 juta pemilih.

"Kegandaan nama ditemukan pada 2.863.492 pemilih," ungkap dia di Kantor Bawaslu jalan MH. Thamrin Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Pria kelahiran tahun 1968 ini menjelaskan bahwa pihaknya melakukan analisis terhadap tiga elemen, yakni nama, NIK dan tanggal lahir. Kata Abhan, tiga elemen tersebut valid.

"NIK pun satu mesti valid, kalau memang Kemendagri bilang kan NIK tidak ada yang ganda. Ya udah valid. Yang dipegang Bawaslu kan terbuka semua datanya," jelasnya.

Ia menuturkan, data ganda pemilih masih saja bisa bertambah mengingat Bawaslu belum menganalisis seluruh Daftar Pemilih Tetap (DPT). Menurutnya, masih ada 37 dari 514 kabupaten/kota yang belum dianalisis. "(Potensi tambah, red) semua ada. Ada yang iya dan bisa tidak. Nah kita lihat tanggal 16 besok," katanya.

Hasil analisis data ganda hari ini akan langsung diserahkan ke KPU. Diketahui selama 10 hari KPU, Bawaslu dan partai politik tengah melakukan penyisiran DPT secara bersama.

Penyisiran akan berakhir pada 15 September 2018. Setekah itu KPU akan kembali menetapkan DPT hasil perbaikan. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bawaslu-ri #abhan #data-pemilih-ganda-pemilih 

Berita Terkait

IKLAN