Jumat, 16 November 2018 06:52 WIB
pmk

Banten Raya

Pembebasan Runway Masuk Tahap Akhir

Redaktur:

DATA-Kepala Kantor Wilayah Pertanahan, Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kanwil ATR/BPN) Banten, Andi Tenri Abeng menunjukkan pembebesan runway Bandara Soetta telah rampung. SUMBER GINTING/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pembebasan lahan landasan pacu (Runway) 3 Bandara internasional Soekarno-Hatta (Soetta) diperkirakan akan rampung dalam waktu dekat. Proses pembebasan lahan milik warga Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang tersebut sudah mencapai tahap akhir atau rampang sekitar 96 persen.

 “Berdasarkan laporan kepala kantor ATR/BPN Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, pembebasan lahan runway 3 sudah memasuki tahap akhir. Di Kabupaten Tangerang pembebasan sudah rampung 87 % dan di Kota Tangerang sudah 96 %,” kata Kepala Kantor Wilayah Pertanahan, Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kanwil ATR/BPN) Banten, Andi Tenri Abeng yang berbincang santai dengan INDOPOS di kantornya, Kamis (13/9).

 Dikatakan, dengan tersisa beberapa bidang lagi maka pembebasan lahan  untuk Bandara Soekarno-Hatta ini akan segera rampung. “Kami targetkan akan rampung dalam bulan-bulan ini. Jika memang masih ada kendala, dana pembebasannya akan kami titipkan ke pengadilan  (sistem konsinyasi),” ujar Tenri.

 Mantan Kabiro Umum dan Tata Usaha Pimpinan Kementerian Agraria dan Tata Ruang ini menjelaskan dalam upaya pembebasan lahan ini, pihaknya berupaya untuk segera merampungkan proyek ini karena masuk dalam kebutuhan proyek nasional. ”Kami juga melibatkan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejaksaan. Dimana Pola pembayarannya bukan tunai, namun dikirimkan ke rekening masing masing pemilik lahan atau ahli waris yang disaksikan oleh TP4D,” ujarnya.

Sementara Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang, Chandra Genial menyatakan bahwa bulan Septermber ini pihaknya sudah bisa merampungkan target 209  bidang yang harus dibebaskan seluas 35,68 hektare.

 “Untuk saat ini kami sudah merampungkan pembebasan 181 bidang atau setara dengan 29,03 hektare. Target kami, akhir September 2018, semua lahan untuk Runway 3 di Kota Tangerang sudah bisa kami bebaskan dan dibayarkan ganti ruginya,” kata Candra.

 Dia menjelaskan, dari 181 bidang yang sudah dibayarkan oleh PT Angkasa Pura II tersebut, pemilik lahan sudah menerima uang ganti rugi senilai Rp 456.825.450.100 yang langsung dikirimkan ke rekening masing-masing pemilik atau ahli waris yang disaksikan oleh TP4D. 

 Chandra memaparkan, saat ini realisasi pembebasan lahan untuk perluasan landasan pacu Terminal 3 Bandara Soetta yang selesai dibayarkan sebanyak 181 bidang, ditambah validasi 4 bidang, konsiyansi 15 bidang. Dan jika dikonversikan, mencapai 200 bidang atau setara 96 persen. ”Sekarang sisa 9 bidang atau 4 persen lagi. Kendala yang kami hadapi adalah, memastikan subyek dan obyek yang dibayar, karena minimnya bukti pemilikan.Contoh, ada yang cuma punya SPPT PBB,” sambung Chandra.

Selain itu, kendala lainnya adalah objek tanah dan para ahli waris tinggalnya tersebar dan berjauhan, sehingga menyulitkan BPN untuk mengumpulkan para ahli waris. Apalagi, lahan warga yang terkena dampak proyek landasan pacu itu sangat pasif.

 

”Kami tidak akan gegabah untuk memproses pembayaran ganti rugi. Sebab, kami tidak ingin timbul persoalan hukum di kemudian hari, karena jika ada masalah yang paling gampang ditunjuk batang hidungnya adalah pelaksana pengadaan tanah, yaitu BPN,” cetusnya.

Chandra mengatakan,  khusus untuk tanah yang sedang bersengketa atau masih ada klaim pihak lain, dipastikan akan dilakukan konsinyasi. ”Uang ganti ruginya kami titipkan ke lembaga peradilan untuk memastikan siapa yang berhak mendapat ganti kerugian,” tukasnya.

 Terpisah, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, Himsar menjelaskan, dari tiga desa yang ada di Kabupaten Tangerang yang terkena dampak pembangunan Runway 3, yaitu Desa  Rawa Burung,Rawa Renged dan Desa Bojong Renget, baru satu desa  yang sudah tuntas pembayarannya, yaitu Desa Bojong Renget sebanyak 56 bidang seluas 9,1 hektare dengan nilai ganti rugi sebesar Rp 95 miliar.

 Sementara Desa Rawa Burung, lahan yang sudah berhasil dibebaskan lebih dari 600 bidang , Desa Rawa Renged lebih dari 600  bidang.“Jadi total ganti nilai rugi yang sudah dibayarkan lebih dari Rp 1,5triliun,” cetusnya. Ia menambahkan, dari 2.800 bidang yang akan dibebaskan  dan yang sudah berhasil dibebaskan mencapai 2.500 bidang, sementara 300 bidang lagi masih dalam proses.”Target kita, akhir bulan Oktober ini semua sudah selesai,” tegasnya. (gin/yas)

Perluasan Runway Bandara Soetta

- Kebutuhan lahan untuk Runway 3 Bandara sebanyak 216 hektare

- PT AP II sudah memiliki 42,8 hektare sebagai aset

- 173,19 hektare milik warga Kota dan Kabupaten Tangerang yang dibebaskan

- Seluas 35,68 hektare berada di Kota Tangerang dan sudah dibebaskan 96%

- Seluas 139,51 hektare berada di Kabupaten Tangerang dan sudah dibebaskan 87 %


TOPIK BERITA TERKAIT: #pembebasan-runway 

Berita Terkait

IKLAN