Minggu, 18 November 2018 04:47 WIB
pmk

Jakarta Raya

Karya Pramoedya Ananta Toer dalam Pertunjukan ‘Bunga Penutup Abad'

Redaktur:

Para pemain di pertunjukan teater Bunga Penutup Abad. (Instagram titimangsa foundation)

INDOPOS.CO.ID - Karya sastra Pramoedya Ananta Toer akan terus hidup. Selain puluhan karya sastra Pramoedya diterjemahkan ke belasan bahasa asing, karyanya juga diangkat  ke panggung dan layar lebar. Kali ini Titimangsa Foundation akan menggelar kembali pementasan teater bertajuk 'Bunga Penutup Abad’ dengan kemasan yang berbeda.

Setelah sukses digelar di dua kota, Bandung dan Jakarta. Pertunjukan yang diadaptasi dari dua novel karya Pramoedya Ananta Toer akan kembali dipentaskan di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 17 dan 18 November 2018 mendatang.

“Banyak yang merupakan penggemar Pram, dan banyak pula yang baru mengetahui Pram saat pameran. Para pengunjung ini mengaku betapa hatinya tersentuh dengan riwayat hidup Pram yang tidak berhenti menulis meski mengalami represi terus menerus,” ujar Happy Salma, Founder Titimangsa Foundation dalam keterangan tertulisnya kepada JPC.

Happy menambahkan dua karya pada medium berbeda ini lahir karena kecintaan segenap tim kerja pada karya Pram. "Tulisan Pram saya harap akan abadi dengan terus memperkenalkannya pada pembaca baru dan mendorong lahirnya karya baru (yang terinspirasi) dari karyanya," terang Happy.

Bunga Penutup Abad merupakan sebuah pementasan teater yang diadaptasi dari novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa yang termasuk dalam seri novel Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya. Pementasan yang digelar 2 hari ini merupakan hasil kerja keras dan kecintaan seluruh tim untuk memberi roh pada karya novel sang sastrawan.

Bunga Penutup Abad masih menghadirkan pemain yang berdedikasi dalam aktingnya dan juga dunia panggung. Pementasan kali ini akan kembali menampilkan aktor terbaik Indonesia yaitu Reza Rahadian sebagai Minke, Lukman Sardi sebagai Jean Marais, dan Chelsea Islan sebagai Annelies serta pemain cilik berbakat, Sabia Arifin sebagai May Marais.

Berbeda dengan pementasan sebelumnya, kali ini Nyai Ontosoroh akan diperankan oleh Marsha Timothy. Pementasan ini juga masih merupakan kolaborasi antara Wawan Sofwan sebagai sutradara dan Happy Salma sebagai produser.

“Pementasan teater Bunga Penutup Abad ini merupakan hasil eksplorasi dan penafsiran yang digali oleh para kreator untuk menampilkan adaptasi yang berbeda di atas panggung dan tingginya antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan di atas panggung,” pungkas Happy.

Untuk diketahui, beberapa karya sastra Pramoedya juga pernah diangkat ke layar lebar di era Orde Lama, yakni  Rindu Damai (1955), Gambir (1953) diangkat dalam film Peristiwa Surabaja Gubeng (1956),
Gulat Di Jakarta (1953) diangkat dalam film Buruh Bengkel (1956), Cerita dari Blora (1952) diangkat dalam film Biola (1957). Puluhan tahun kemudian, persisnya pada tahun ini sutradara Hanung Bramantyo mengangkat novel Bumi Manusia (1980) ke dalam film yang juga berjudul Bumi Manusia. (fid/jpc/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bunga-penutup-abad #karya-pramoedya-ananta-toer 

Berita Terkait

IKLAN