Selasa, 25 September 2018 04:16 WIB
pmk

News in Depth

Uji Kesiapan LRT Jakarta

Redaktur:

ANTUSIAS- Warga menaiki light rail transit saat diuji coba dengan operasi terbatas dari Stasiun Velodrome Rawamangun hingga Stasiun Boulevard Utara Kelapa Gading sepanjang 5,8 kilometer, Kamis (13/9). Foto: NASUHA/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - LIGHT Rail Transit (LRT) tengah melakukan proses uji coba. Uji coba kereta ringan itu dilakukan sepanjang 5,8 kilometer dari Kelapa Gading hingga Velodrome Rawamangun. Masa uji coba yang sudah dilakukan sejak 21 Agustus itu berlaku terbatas.

JAM menunjukkan pukul 10.00 WIB. Warga antusias mendatangi Stasiun Light Rail Transit  Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur. Pengunjung ingin mencoba merasakan menumpangi kereta ringan yang ramai diberitakan pembangunan. Untuk menumpangi moda transportasi massal tersebut, pengunjung menaiki eskalator menuju tempat registrasi.

Nampak bangunan stasiun dengan dua lantai tersebut telah rampung 90 persen. Memiliki empat eskalator yang terbagi di kedua sisi stasiun LRT Velodrome telah dilengkapi fasilitas umum seperti musala dan ruang tunggu calon penumpang.

Dengan moto Zero Accident, pegawai PT LRT Jakarta mewajibkan setiap calon penumpang uji coba LRT melakukan registrasi di tempat pendaftaran. Selanjutnya petugas akan memberikan stiker yang wajib ditempel pada bagian tubuh penumpang. Fungsi stiker tersebut untuk proses klaim asuransi, bilamana terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama berada di stasiun LRT dan melakukan uji coba LRT.

Pengunjung yang datang mulai dari pelajar sekolah dasar (SD), orang dewasa, hingga lanjut usia. Petugas yang telah siaga mengarahkan pengunjung untuk melakukan registrasi. Untuk mempercepat proses registrasi, pihak stasiun telah menyiapkan empat meja registrasi.

Selesai terdaftar, calon penumpang ujicoba LRT pun disuguhkan teh dan kopi hangat yang diberikan secara gratis di ruang tunggu. Nampak ruang tunggu dilengkapi fasilitas berupa kursi, dua buah kipas angin besar dan satu televisi layar lebar. Sejenak, calon pengunjung bisa rileks, sembari menunggu waktu uji coba LRT yang dibuka pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Sudah tidak sabar, para calon penumpang pun mengantre di pintu (gate) masuk yang berada di sisi sebelah utara dan kanan. Ada lima gate untuk sisi utara dan empat gate di sisi selatan. Sorak sorai calon penumpang pun pecah, ketika bagian informasi memberikan kabar kedatangan LRT. ”Hore… LRT sudah datang,” sorak para penumpang uji coba LRT yang sejak tadi antre di tiap gate masuk stasiun LRT Velodrome, Kamis (13/9).

Kepada INDOPOS, Kepala Stasiun Velodrome Revi Aryannisa mengatakan, untuk tiba di dalam kereta penumpang harus melalui Pintu Screen Door (PSD) yang terpasang di sepanjang rel stasiun LRT. Jumlah PSD yang terpasang saat ini, menurutnya berjumlah 32 buah, yang berada di sisi barat dan timur stasiun LRT Velodrome. ”Kami baru operasikan 12 pintu PSD. Pintu ini dilengkapi dengan sistem keamanan yang mencegah penumpang terjepit,” ujarnya.

Rasa ingin merasakan naik LRT mendorong penumpang dengan antre lagi masuk ke LRT melalui PSD. Di dalam LRT terdapat beberapa fasiltas kursi memanjang searah LRT yang saling berhadapan. Untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang kursi berdiri di dalam LRT terdapat tiang besi yang dilengkapi dengan pegangan tangan yang menggantung di sisi kanan dan kiri di atas penumpang kursi duduk.

Secara visual interior LRT dan commuterline tidak jauh berbeda. Hanya saja kelebihan LRT tersedia ruang bagi penyandang disabilitas. Sehingga disabilitas yang menggunakan kursi roda bisa langsung masuk dan tidak harus berpindah tempat duduk.

Rampung penumpang masuk, LRT pun berjalan dari stasiun Velodrome menuju stasiun Boulevard Utara. Hawa dingin yang keluar dari AC cukup membuat penumpang yang penuh sesak menjadi nyaman. Sepanjang perjalanan goncangan tidak terasa, tidak seperti saat menaiki commuterline.

Keluar dari stasiun Velodrome menuju stasiun Boulevard Selatan LRT hanya dipacu pada kecepatan 15 kilometer per jam. Hal ini untuk melintasi tikungan dengan aman. Setelah melewati stasiun Boulevard Selatan hingga Boulevard Utara LRT dipacu dengan kecepatan 40 kilometer per jam. Untuk tiba di stasiun Boulevard Utara penumpang cukup membutuhkan waktu 15 menit dengan jarak tempuh 5,8 kilometer.

Menurut Kepala Stasiun Velodrome Revi Aryannisa, uji coba LRT Jakarta sudah dilakukan sejak 15 Agustus dan akan berakhir 15 September mendatang. Selama ujicoba LRT, dikatakan perempuan lulusan sekolah tinggi transportasi darat (STTD) Bekasi ini jumlah penumpang terus meningkat pada dua minggu terakhir. ”Dari pukul 14.00 sampai 17.00 WIB kami bisa angkut 4 kali PP (pulang-pergi) penumpang dari Velodrome-Boulevard Utara dalam waktu 30 menit,” ungkap  perempuan kelahiran Semarang, 7 Juni 1996 ini.

Dia menuturkan, penumpang yang naik LRT pada fase uji coba ini berasal dari masyarakat yang tinggal di lintasan rute LRT, komunitas kereta api hingga beberapa stakeholder terkait. ”Dari penumpang kami bisa mendapatkan masukan yang kemudian hari bisa kami gunakan sebagai dasar perbaikan layanan,” katanya.

Ia menyebutkan, LRT pada ujicoba saat ini memiliki empat rangkaian dengan kapasitas hingga 270 orang setiap kali berangkat. Rute LRT Velodrome- Boulevard Utara memiliki stasiun LRT sebanyak lima buah. Yang dilengkapi ticket vending machine (TVM) yang berfungsi untuk layanan tiketing sistem e-money. ”Tiket e-money ini bentuk edukasi kami kepada masyarakat bahwa LRT nanti menggunakan kartu,” pungkasnya. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #news-in-depth 

Berita Terkait

IKLAN