Hukum

Pengacara Cium Konspirasi di Kasus Suap PN Medan

Redaktur: Redjo Prahananda
Pengacara Cium Konspirasi di Kasus Suap PN Medan - Hukum

Pengacara Merry Purba, Efendi Lod Simanjuntak. Foto: Akbar Budi Prasetia/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pengacara Merry Purba, Efendi Simanjuntak mencium aroma konspirasi dalam kasus suap di Pengadilan Negeri Medan.

Efendi menilai, mustahil perkara korupsi melibatkan satu orang. Dia meminta KPK mengusut semua pihak-pihak terlibat dalam kasus suap ini.

“Kalau dalam kejahatan, teori konspirasi itu sangat mudah. Kalau mau melakukan konspirasi itu sudah dirancang dulu. Kami tidak . Tapi buat kami gampang saja. Kejahatan korupsi itu mustahil melibatkan satu orang,”kata Efendi kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (15/9/2018).

Efendi menegaskan, mustahil Merry cliennya menerima gratifikasi korupsi, karena kedudukan dia paling rendah dalam kasus ini. “Yang pasti , kedudukan Merry paling lemah di kasus ini. Apa mungkin seseorang dengan kedudukan lemah bisa mengatur orang lebih kuat. Sangat tidak logis,” ketus Efendi.

Kecurigaan Efendi, Merry mustahil terlibat dalam kasus ini semakin kuat, karena sang klien tidak pernah terlibat dalam musyawarah hakim. Dia menarik kesimpulan, Merry menjadi kambing hitam atas kasus ini. Oknum tertentu sengaja menjebak dan membuat Merry menjadi korban

“Agar sampai pada kesimpulan siapa penjebak sekaligus pelaku konsipirasi ini, kami harus mempelajari lebih dulu, “ucap Efendi menambahkan. (cr-1)

 

Berita Terkait


Baca Juga !.