Senin, 10 Desember 2018 06:09 WIB

Hukum

KPK Perpanjang Penahanan Terhadap Mantan Kalapas Sukamiskin

Redaktur: Redjo Prahananda

Mantan Kalapas Sukamiskin Klas 1 Bandung, Wahid Husen. Foto: Akbar Budi Prasetia/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalukan perpanjangan penahanan terhadap mantan Kalapas Sukamiskin Bandung, Wahid Husen berserta Ajudan, Hendry Saputra.

“Hari ini perpanjangan penahanan selama 30 hari untuk dua tersangka dalam perkara Tindak Pidana Korupsi (TPK) suap kepada Penyelenggara Negara terkait dengan pemberian fasilitas, pemberian izin ataupun pemberian lain di LP Klas 1 Sukamiskin, WH dan HS,”kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jakarta, Senin (17/9/2018).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka;, Wahid Husen selaku Kalapas Sukamiskin, narapidana kasus korupsi Badan Keamanan Laut (Bakamla) Fahmi Darmawansyah, pegawai Lapas Sukamiskin Hendry Saputra, serta seorang narapidana kasus pidana umum Andri Rahmat.

Fahmi diduga memberikan sejumlah uang dan dua unit mobil kepada Wahid lewat Hendry dan Andri. Pemberian tersebut dilakukan Fahmi agar mendapat sejumlah fasilitas di dalam sel dan kemudahan keluar masuk Lapas Sukamiskin.

Wahid Husein dan Hendry Saputra disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga pemberi Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #perpanjang-penahanan-terhadap-mantan-kalapas-sukamiskin #kpk #wahid-husen #hendry-saputra 

Berita Terkait

IKLAN