Sabtu, 15 Desember 2018 12:24 WIB

Hukum

Kejagung Tahan Oknum PNS Ditjen Pajak Penerima Gratifikasi

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan seorang tersangka perkara dugaan gratifikasi dalam pengurusan pajak pada Direktorat Jenderal  (Ditjen) Pajak. Tersangka yang berinisial PAW merupakan seorang oknum PNS Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Semarang, Jawa Tengah. 

Penyidik menahan PAW setelah sebelumnya memeriksanya di Gedung Tindak Pidana Khusus Kejagung, Senin (17/9/2018). 

"Tersangka berinisial PAW akan ditahan selama 20 hari terhitung sejak 17 September 2018 hingga 6 Oktober 2018 di Rutan Salemba Cabang Kejagung," kata Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus, Warih Sadono di Kejagung, Senin (17/9/2018). 

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Moh Rum mengungkapkan, PAW ditahan dengan alasan subjektif karena diancam pidana penjara lebih dari lima tahun. "Sedangkan alasan subjektif tersangka dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana. (vide: Pasal 21 ayat (1) KUHAP)," jelas Rum. 

Seperti diketahui, PAW ditetapkan tersangka menyusul pengembangan kasus penjualan faktur pajak selama periode 2007-2013. Dalam kasus itu, penyidik telah menetapkan Jajun Junaedi selaku PNS KPP Jakarta Selatan dan Agoeng Pramoedya selaku Kasi KPP Jakarta Pusat sebagai tersangka. 

Penetapan tersangka itu menyusul bukti-bukti yang ditemukan penyidik. Antara lain, uang yang disalurkan melalui pihak security perumahan, Office Boy (OB), PNS KPP Madya, tukang jahit dan keluarga tersangka. 
"Uang tersebut (gratifikasi) ditransfer melalui rekening Bank Mandiri, BNI, BCA dengan total Rp 14,162 miliar, " ungkap Rum. 
Untuk mempertanggungjawabkan perbuataannya, keduanya kini telah disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sementara, Kejagung sendiri sampai kini belum mengantongi tersangka dari unsur pemberi gratifikasi.(ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kejagung #kejagung-tahan-oknum-pns-ditjen-pajak-penerima-gratifikasi 

Berita Terkait

Kejagung Bantah Tolak SPDP

Nasional

Istri Chuck Menangis, Dua Jaksa Ditahan

Headline

Kejaksaan Petakan Ormas Radikal

Hukum

IKLAN