Selasa, 16 Oktober 2018 05:16 WIB
pmk

Hukum

Bareskrim Diminta Penuhi Petunjuk Kejagung

Redaktur: Redjo Prahananda

Logo Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

INDOPOS.CO.ID - Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri diminta segera memenuhi petunjuk Kejaksaan Agung (Kejagung) menuntaskan perkara dugaan penggelapan sertipikat PT GWP
dengan menyita tiga sertipikat perusahaan.

“Sehingga Kejagung bisa segera melimpahkan perkara itu ke pengadilan. Biatkan Majelis Hakim memutuskan perkara tersebut,” kata Berman Sitompul, pengacara Edi Nusantara selaku pemegang kuasa PT Fireworks Ventures Limited dalam keterangan kepada pers, Senin (17/9/2018) di Jakarta.

Berman mengatakan berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) ke-5 dari Dirtipidum Bareskrim, penyidik melakukan dua agenda terkait petunjuk Kejagung (P-19), menyita sertipikat PT GWP. Aset itu sendiri kini berada di tangan Bank CCB, dan melakukan pemberkasan ulang perkara.

“Karena itu, kami mohon Bareskrim segera menindaklanjuti dua agenda itu demi kepastian hukum dan tidak berlarut-larut,” ujar Berman melanjutkan.

Dalam penggeledahan, (15/3) lalu di Kantor Pusat Bank CCB, Gedung Equity Tower, SCBD, Jakarta, penyidik mendapatkan konfirmasi dan kepastian bahwa tiga sertifikat hak guna bangunan (SHGB) atas nama PT GWP dan berada di Bank CCB.  

Hal senada belakangan diakui manajemen Bank CCB melalui penjelasan dalam laman resminya, 10 Agustus 2018. Bank CCB hanya menunjukkan rangkaian dokumen sertifikat PT GWP, dan tidak menyerahkan kepada penyidik Bareskrim dengan alasan penyidik tidak membawa izin penyitaan dari pengadilan.

Penyidik lalu meminta izin ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, di mana PN Jaksel kemudian menerbitkan penetapan izin penyitaan sertifikat PT GWP dalam Surat Penetapan Nomor 16/Pen. Sit. 2018/PN Jkt. Sel pada 29 Maret 2018.

“Manajemen Bank CCB mempersoalkan izin penyitaan, lalu penyidik Bareskrim telah mendapatkan izin tersebut dari PN Jaksel. Klop sudah. Sebenarnya penyidik tinggal datang lagi ke Bank CCB untuk mengambil sertifikat PT GWP. Harusnya tidak ada kendala lagi,” papar Berman.

Dokumen asli sertipikat diperlukan penyidik Bareskrim untuk melengkapi berkas perkara pidana penggelapan sertifikat PT GWP dengan tersangka PMC (eksekutif Bank Danamon) dan TS (mantan Direktur Bank Multicor/kini CCB).(ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bareskrim #perkara-dugaan-penggelapan-sertipikat-pt-gwp 

Berita Terkait

IKLAN