Ekonomi

Defisit Neraca Perdagangan Berimbas ke Pelemahan Rupiah

Redaktur:
Defisit Neraca Perdagangan Berimbas ke Pelemahan Rupiah - Ekonomi

INDOPOS.CO.ID - Pergerakan nilai tukar rupiah, saat perang dagang kembali memanas, menjadi perhatian sejumlah pihak. Pasalnya mata uang Garuda itu mendakit Rp 15 ribu perdollarnya. Berdasarkan data  Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), kurs tengah rupiah terhadap dollar Selasa (18/9/2018) berada di posisi 14.908.

Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef)  Bhima Yudhistira mengatakan, pergerakan rupiah melemah  karena efek rilis data neraca perdagangan bulan Agustus 2018.  Yakni yang masih mencatat defisit USD USD 1,02 miliar.

"Kemudian rapat RDG BI yang ditunda setelah Fed melakukan rapat pada 25-26 September nanti,  jadi sinyal BI akan naikan 2 kali lagi bunga acuan," ujar Bhima, Selasa (18/9/2018).

Lebih lanjut ia mengatakan, ada ada 5 isu global Minggu ini yang jadi sentimen pasar.  Pertama harga minyak tembus USD 80 per barel berpengaruh negatif ke negara importir minyak. Kedua rapat Bank of Japan terkait rencana melanjutkan stimulus moneter. Kemudian menanti hasil rapat bank sentral beberapa emerging market paska Turki naikan bunga 625 basis poin. Serta data ritel UK akan rilis kamis besok.

"Indikator kesehatan ekonomi UK paska Brexit. Rilis data penjualan rumah di US bertepatan dengan 10 tahun paska  krisis perumahan 2008. Akibatnya investor melakukan penjualan aset berdenominasi rupiah dan beralih ke safe haven yaitu dolar, yen dan treasury bond," pungkasnya. (dai)

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / Harga Emas Naik Tipis

Ekonomi / Neraca Perdagangan RI Defisit USD2,5 Miliar

Lifestyle / Pengalihan Pola Energi Perlu Perhatikan Dua Aspek Ini

Ekonomi / 2050, Defisit Minyak 3,82 Juta BOPD

Ekonomi / Awal Tahun Neraca Perdagangan Anjlok


Baca Juga !.