Indobisnis

Perluas Pasar, Mitra Kerinci Genjot Ekspor Teh

Redaktur: Redjo Prahananda
Perluas Pasar, Mitra Kerinci Genjot Ekspor Teh - Indobisnis

Direktur PT Mitra Kerinci Yosdian Adi (kiri) usai melepas Ekspor Teh Hitam Ke Taiwan, di Pelabuhan Belawan, Jumat, 14 September 2018.

INDOPOS.CO.ID - PT Mitra Kerinci, anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang bergerak dibidang agroindustri teh kembali melalukan ekspor teh ke Taiwan. Pelepasan ekspor grade teh hitam ini merupakan pengiriman kontainer ke-5 dari target 10 kontainer tahun ini.

Direktur Mitra Kerinci Yosdian Adi mengatakan, saat ini Mitra Kerinci terus berupaya meningkatkan volume ekspor produk teanya guna memperluas pasar dan meningkatkan angka penjualan. Pembeli Grade Black Tea Mix, beber Adi, merupakan grade unggulan Mitra Kerinci ini merupakan pembeli baru dari Taiwan.

“Pasar teh luar negeri masih sangat menjanjikan dengan total permintaan volume ekspor 180.000 ton atau senilai Rp 5,9 Milyar per tahun. Negara Taiwan dan Eropa menjadi tujuan utama kami. Pengiriman telah dilakukan, Jumat, 14 September 2018, dari pelabuhan Belawan. Kami berupaya memastikan pengiriman perdana kepada buyer baru ini dapat berjalan lancar dan tepat waktu, sebagai bentuk servis perusahaan kepada pembeli," ujar Yosdian saat ditemui di Kantornya, di Padang Sumatera Barat, Minggu (16/9) seperti dirilis Humas RNI, Selasa (18/9).

Dalam rangka memenuhi permintaan pasar yang tinggi, Mitra Kerinci terus berupaya memaksimalkan produksi pabrik tehnya yang berlokasi di Perkebunan Teh Liki, Solok Selatan tersebut. Saat ini, produksi Mitra Kerinci sebesar 4.600 ton teh jadi dalam 1 (satu) tahun.

"Guna meningkatkan produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar teh dalam negeri serta luar negeri, kami melakukan berbagai upaya seperti pembibitan ulang, mekanisasi, kerjasama dengan petani rakyat dan perkebunan lain," ungkapnya.

Selain teh hitam, Mitra Kerinci telah melakukan ekspor teh hijau ke Belanda, Perancis dan Amerika. Naiknya nilai dollar terhadap rupiah menjadikan peluang untuk mendapatkan margin yang lebih besar serta optimalisasi devisa ekspor. (ers)

Berita Terkait


Baca Juga !.