Hukum

Suap Hakim PN Medan, KPK Periksa Panitera Pengganti PN Medan

Redaktur: Redjo Prahananda
Suap Hakim PN Medan, KPK Periksa Panitera Pengganti PN Medan - Hukum

Merry Purba.

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan pemeriksaan terhadap Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Medan, Helpandi sebagai saksai untuk tersangka Merry Purba.

“Hari KPK akan periksa Helpandi sebagai saksi untuk tersangka Merry Purba, terkait kasus suap Hakim PN medan dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Medan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu (18/9/2018).

Dalam kasus ini, KPK juga telah menetapkan tiga tersangka lain, panitera pengganti PN Medan, Helpandi; pengusaha Tamin Sukardi, dan orang kepercayaan Tamin, Hadi Setiawan. Tamin berperan sebagai pemberi suap sedangkan Helpandi dan Hadi adalah perantara.

Pemberian suap itu diduga untuk mempengaruhi putusan perkara tipikor nomor perkara 33/Pid.sus/TPk/2018/PN.Mdn dengan terdakwa Tamin Sukardi.

Dalam putusan itu, Tamin Sukardi divonis pidana enam tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 132 miliar.

Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 132 miliar.

Merry Purba mengeluarkan Dissenting Opinion (DO) alias perbedaan pandangan dalam putusan itu. Pemberian uang pertama kali telah dilakukan pada 24 Agustus 2018 di Hotel JW Marriot Medan melalui perantara.

Sedangkan sisanya disita oleh KPK saat melakukan OTT di Pengadilan Negeri Medan pada Selasa, (28/8/2018). (cr-1)

Berita Terkait


Baca Juga !.