Selasa, 16 Oktober 2018 04:42 WIB
pmk

Hukum

Kejagung Bakal Panggil eks Dirut Pertamina sebagai Tersangka

Redaktur: Ali Rahman

Jaksa Agung HM Prasetyo. Foto: Yudha Krastawan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengakui sering memeriksa mantan Dirut PT Pertamina, Karen Galaila Agustiawan terkait kasus dugan korupsi akuisisi ROC Oil Ltd (Australia) oleh Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Energi.

Namun, pemeriksaan tersebut baru sebatas peran Karen sebagai saksi. "Sekarang masih (diperiksa) sebagai saksi, tunggu saja kapan mau dipanggil sebagai tersangka," kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Kejagung, Jumat (21/9).

Prasetyo memastikan pihaknya akan memeriksa Karen sebagai tersangka. Namu ia menyerahkan sepenuhya kepada penyidik untuk menentukan jadwal pemeriksaan tersebut. "Nanti ini penyidik yang memantau, agendanya mereka yang menentukan," jelas dia.

Karen ditetapkan tersangka bersama mantan Direktur Keuangan Pertamina Frederik Siahaan, mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) pada Direktorat Hulu PT Pertamina Bayu Kristanto dan Chief Legal Councel and Compliance Pertamina Genades Panjaitan.

Namun, dari keempat tersangka itu hanya Bayu dan Frederik yang sudah ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung. Bayu ditahan sejak 8 Agustus 2018 dan Frederik 30 Agustus 2018. Sementara Karen dan Genades masih menghirup udara bebas.

Meski tersangka, ia juga hanya diperiksa sebagai saksi. Ia pernah diperiksa pada 29 Maret 2017, 2 Oktober 2017 dan 8 Februari 2018 serta 12 September 2018. (ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #jaksa-agung-hm-prasetyp #karen-galaila-agustiawan #kasus-akuisisi-roc-oil-ltd-australia #pt-pertamina-hulu-energi 

Berita Terkait

IKLAN