Liga Inggris

Man United vs Wolverhampton, Duel Sesama Portugis

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Man United vs Wolverhampton, Duel Sesama Portugis - Liga Inggris

Pelatih Manchester United saat memberi instruksi kepada Nemanja Matic. Foto: AFP

INDOPOS.CO.ID - Musim ini, di Premier League, terdapat dua pelatih berpaspor Portugal. Pertama Jose Mourinho, manajer Manchester United. Kedua Nuno Espirito Santo, pelatih Wolverhampton Wanderers. Mereka akan bertarung untuk kali pertama malam ini di Old Trafford.

Uniknya, selain sama-sama berasal dari Semenanjung Iberia, keduanya berada dalam payung satu agen yakni Jorge Mendes. Saat ini, posisi United dan Wolves di klasemen sementara berdekatan. United di posisi delapan dengan poin sembilan, sedangkan Wolves ada satu persis di bawahnya dengan berselisih satu angka (siaran langsung beIN Sports 2 pukul 21.00 WIB).

Mourinho menegaskan bahwa pertemuannya dengan Nuno murni bicara kompetisi. Tak jadi soal meski keduanya pernah punya relasi pelatih-pemain, datang dari satu negara, atau agen yang sama persis.  ''Secara jujur saya sudah lama tak berbicara kepada dia (Mendes, red). Namun ketika kami bertemu, kami tak bicara tentang kerja saya atau kerja yang dilakoninya. Itu saja,” kata Mourinho kepada Manchester Evening News.

Mourinho sudah mengenal Espirito Santo sejak belasan tahun yang lalu. Saat menjadi pelatih FC Porto dalam dua musim (200-2004), Nuno adalah kiper cadangan timnya. Saat itu, pemain nomor satu di bawah gawang adalah Vitor Baia. Namun Nuno adalah saksi sukses Porto menjadi juara Piala UEFA 2002-2003 dan Liga Champions 2003-2004.

''Ketika mengamati para pemain saya, maka ada sedikit tanda-tanda jika pemain tertentu akan jadi pelatih. Namun saya sama sekali tak pernah memikirkan kalau 75 persen anak buah saya di Porto menjadi pelatih,” ucap Mourinho.

Nuno sendiri sudah menunjukkan kalau dirinya memiliki bakat besar untuk menjadi pelatih hebat. Dia berhasil membawa Wolves juara Championship 2017-2018 dengan cara sangat dominan, unggul sembilan angka dari peringkat kedua Cardiff City.

Tapi jangan lupakan bagaimana Nuno menghadirkan Wolves yang notabene sebagai tim promosi berani meladeni permainan terbuka tim juara Manchester City dan Wolves menahan imbang tim Pep Guardiola dengan kor 1-1 di Stadion Molineux (25/8).

 “Nuno mencapai Premier League setelah mengawalinya dari level yang ada di bawahnya. Dia bukan begitu saja datang ke Premier League namun dari Championship dan kini dia menikmati kerja kerasnya,” tutur mantan pelatih Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid itu.

Wolves yang dibangun Nuno ini memang sangat kental dengan nuansa pemain-pemain Portugal di dalamnya. Selain di posisi pelatih, ada tujuh pemain yang berkebangsaan tim juara Euro 2016 itu.

 “Permainan Wolves yang apik bukan karena manajer dari Portugal kemudian memasukkan pengaruhnya, bukan juga karena staf, dan pemainnya dari Portugal. Namun karena memang di kubu Wolves bercokol pemain-pemain dengan kualitas bagus,” ujar Mourinho.

Filosofi permainan Nuno memang berbeda dengan Mourinho yang cenderung pragmatis. Nuno adalah tipe pelatih yang menggabungkan soliditas di lini belakang, pressing tinggi, dan tidak selalu menjadikan serangan balik sebagai satu-satunya senjata.

Mourinho pun berharap Antonio Valencia dkk tampil apik di kandang. Sebab inilah momentum untuk membayar dukungan para fans. Meski menang dalam tiga laga terakhirnya, lawan Burnley (2/9), Watford (15/9),dan Young Boys (20/9) semuanya dilakukan di luar kandang. Ketika melakoni laga terakhir di Old Trafford, United mengalami kekalahan 0-3 oleh Tottenham Hotspur (27/8).

Pada laga ini, Nemanja Matic dan Marcus Rashford akan absen karena hukuman kartu merah. Kemudian Marcos Rojo dan Phil Jones kemungkinan besar absen karena hingga kemarin belum 100 persen fit.

Sementara itu, Nuno kepada Birmingham Mail kemarin mengatakan dalam periode Mourinho sebagai pelatih Porto dikenangnya sebagai masa belajar terbaik. Dan dua trofi Eropa Mourinho bersama Porto membuat pria asal Setubal Portugal itu jadi salah satu pelatih elit dunia.   “Pada era Mourinho, di dalam tim terdapat sekumpulan pemain yang selalu dimotivasi, diarahkan menang sesuai cara yang diingini Mourinho. Masa-masa itu sungguh fantastik,” kata Nuno. (dra)

Berita Terkait

Bola Dunia / Kembali Diselematkan Eriksen

Bola Dunia / Semuanya Antre Tanda Tangan De Gea

Bola Dunia / Vital untuk Tetangga Sebelah

Bola Dunia / Vital untuk Tetangga Sebelah

Bola Dunia / Tottenham Hotspur Hadapi Empat Partai Final

Bola Dunia / Gaji Selangit, Prestasi Nol Besar


Baca Juga !.