Jumat, 19 Oktober 2018 03:54 WIB
pmk

Indobisnis

Kemenpora Dorong Pemuda Kreatif dan Inovatif

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge

INDOPOS.CO.ID - Pelatihan penumbuhan minat kewirausahaan di kalangan pemuda yang dilakukan Kemenpora RI mendorong pemuda menciptakan bisnis kreatif dan inovatif. Tidak hanya mengejar keuntungan semata, tapi harus mampu mendorong lahirnya pengusaha muda yang bertanggung jawab secara sosial.

Bisnis dijelaskan Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Sholeh tidak hanya sekedar dagang yang berorientasi mengejar keuntungan semata.  Ada manfaat yang lain terkait dengan penguatan kepribadian.

“Bisnis memiliki spektrum luas. Ada yang pemuda yang minat isu lingkungan misalnya. Itu bisa mendsign kewirausahaan berbasis lingkungan. Dengan inovasi dan kreatifitas  problem lingkungan dan isu sampah teratasi dengan memanfaatkan sampah menjadi produk handycraft. Bisa mendongkrak ekonomi pada saat yang sama, tapi  juga membantu dalam lingkungan,” kata Niam di sela Pelatihan Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Kalangan Pemuda 2018, Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (18/9).

Selain itu, ada pula religiuspreneur. Di mana peserta yang memiliki ahli di bidang agama dapat mengambil kesempatan yang luar biasa, mengingat masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Salah satunya dengan berbisnis jilbab kekinian.

"Di situlah masuk kreativitas, inovasi jilbab tidak hanya menutup aurat tapi di situ ada sisi estetika, setelah estetika muncul sisi ekonomi, mereka berlomba mendesain jilbab. Substansinya kena menutup aurat tetapi estetikanya juga kena menghasilkan ekonomi," ujar Asrorun.

Tidak hanya bisnis berbasis lingkungan dan religiusprenur, ada pula teknopreneur, sosialpreneur, dan agropreneur. Menurut Asrorun, banyak hal yang dapat dikreasikan para peserta pelatihan untuk menumbuhkan jiwa kewirusahaan tanpa harus dibatasi dengan urusan jual beli dan berdagang.

Asrorun menambahkan pelatihan penumbuhan minat kewirausahaan di kalangan pemuda juga memberikan motivasi terkait dengan peluang-peluang bisnis yang bisa dimulai untuk dikerjakan. Juga memberikan kisah sukses para pelaku wirausaha untuk membakar para peserta.

"Setelah dilakukan proses penumbuhan dengan mentoring para coach yang sudah berhasil, serta motivator yang membakar semangat kewirausahaan di kalangan pemuda, nanti pada tahap ketiga ada pendampingan untuk memilih wirausaha," jelasnya.

Bagi Asrorun, pelatihan penumbuhan minat kewirausahaan ini bertujuan untuk memberikan optimisme dan mengoreksi cara pandang yang sebelumnya bersifat negatif menjadi positif. Tentunya dengan menunjukkan jalan untuk memulai usaha, di samping mengejar keuntungan juga ada manfaat lain yang dirasakan peserta yaitu penguatan kepribadian. 

Sementara itu, Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Imam Gunawan, menambahkan, pelatihan kali ini berisi materi yang lebih teknis.

Misalnya, kemampuan berkomunikasi bisnis, membangun jejaring, bernegosiasi hingga mem-branding. "Jumlah peserta di tahap kedua sudah mencapai 175. Namun, yang telah konfirmasi hadir 140 orang karena sebagian juga terlibat di pelatihan volunter Asian Para Games 2018,” ujar Imam.

Dia menjelaskan, pihaknya memberikan kelonggaran kepada peserta yang sedang mengikuti pelatihan volunteer. “Tahap ketiga telah mengerucut menjadi 100 peserta yang akan menjadi calon penerima pundi-pundi modal yang mencapai Rp 15 juta,” kata Imam. Menurut Imam, pada tahap ketiga nanti para peserta akan diminta menggelar ekspo untuk memamerkan perencanaan bisnis dan produk-produk yang telah diciptakan. (adl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kemenpora 

Berita Terkait

IKLAN