Senin, 10 Desember 2018 06:12 WIB

Kesehatan

Tren Diet Keto di Kalangan Millenial

Redaktur: Sicilia

EDUKASI-Penulis Buku ”Panduan dan Resep Sehat Diet Ketogenik” Rini Handayani menjelaskan konsep diet keto yang benar. FOTO: DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Diet menjadi salah satu cara untuk mendapatkan berat badan proporsional. Saat ini, sedang ngetren diet ketogenik atau dikenal dengan diet keto.

Diet keto adalah pola makan membatasi asupan karbohidrat. Karena pembatasan tersebut, diet ini mampu menurunkan berat badan dengan cepat.

Diet keto juga mampu menurunkan kadar gula di dalam darah. Mereka yang menjalankan diet ini mengganti karbohidrat dengan makanan yang tinggi protein dan lemak.

Karena kemampuannya mengurangi berat badan serta kadar gula darah akibat pembatasan konsumsi karbohidrat, diet ini awalnya dimanfaatkan oleh penderita diabetes. Namun banyak yang salah kaprah tentang diet ini.

Penulis Buku ”Panduan dan Resep Sehat Diet Ketogenik” Rini Handayani mengatakan, dalam melakukan diet keto, orang-orang tidak perlu meninggalkan makanan kesehariannya. ''Sebenarnya yang diganti hanyalah bahan-bahan (pembuat makanan) saja. Pemilihan bahan harus disesuaikan dengan keto-friendly,'' ujar Rini dalam acara peluncuran bukunya di Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (22/9) lalu.

Menurutnya, ketika sedang menjalani diet keto, masyarakat jangan terlalu ambil pusing. Setiap orang yang sedang diet keto mungkin memiliki menu makan yang berbeda.

Rini menyarankan, sebelum memutuskan untuk memilih diet keto tentukan dahulu alasan berdiet. ''Apakah untuk menuruni berat badan. Untuk membuat tubuh lebih sehat. Atau untuk meningkatkan performa sehari-hari. Setelah itu, konsultasi kepada dokter terlebih dahulu,” sarannya.

Selain berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan apakah akan berpengaruh terhadap diet keto. Konsultasi juga bertujuan agar orang memiliki gambaran akan kebutuhan asupan keseharian,'' jelasnya.

Rini mengungkapkan, seseorang yang menjalani diet keto untuk menurunkan berat badan, memiliki takaran makanan yang berbeda dengan orang yang menjalani diet hanya untuk kesehatan. Seperti kebutuhan karbohidrat, protein, dan nutrisi lainnya yang terdapat dalam makanan masing-masing penggiat diet keto tersebut.

Ketika menjalani diet, orang-orang mungkin masih ada yang beranggapan bahwa mereka tidak akan bisa memakan camilan. Akan tetapi, dalam diet keto terdapat beberapa camilan yang dapat dikonsumsi yang disebut sebagai fat bombs.

Rini mengungkapkan, diet yang berhasil adalah yang menyenangkan. Demikian juga diet keto, akan berhasil jika yang menjalankan tetap bisa menikmatinya dan tidak malah tersiksa.

Salah satunya adalah dengan memasukkan menu kesukaan. Jika bosan dengan olive oil, yang merupakan sumber lemak alias 'fat bomb' favorit dalam diet keto, maka alternatifnya bisa diganti dengan sambal. ''Sambal sangat bisa memenuhi kebutuhan lemak kita saat diet keto. Karena kita lidah Indonesia, nah jadi tubuh kita pun tidak kaget dibandingkan harus mengonsumsi cemilan keto yang cukup mahal harganya,'' urainya.

Dia juga memahami, kadang saat menjalani diet keto, masih terasa ingin memakan camilan. Roti misalnya.

Itu boleh. ”Asal kembali lagi ke bahan yang dipilih dan juga tidak boleh makan berlebih. Anggap saja sebagai hadiah,'' tambahnya.

Karena itulah, Raksma, Founder tepung ketobetic kemudian memproduksi tepung siap pakai untuk membuat cake yang ramah bagi mereka yang diet keto. ''Awalnya itu saya mulai diet keto satu tahun lalu. Saya itu suka banget baking tapi belum ada yang tepat. Akhirnya coba bikin sendiri jadilah tepung mix ini,'' katanya. (dew)

 

 

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #diet-keto #kesehatan 

Berita Terkait

Ini Standar ASI untuk Bayi Prematur

Jakarta Raya

Caleg Fogging Ratusan Rumah Warga

Politik

Suka Sulit Bernafas, Waspada PPOK

Jakarta Raya

Perangi ”Helikopter” dengan WC Komunal

Megapolitan

Jangan "Coba-Coba" Sebelum Menikah

Jakarta Raya

IKLAN