Liga 1 Libur, Green Force Tetap Fokus Tatap Arema

INDOPOS.CO.ID – Kepastian diliburkannya Liga 1 tak menghalangi Persebaya Surabaya untuk terus berbenah. Skuad Green Force –julukan Persebaya- melakoni latihan di lapangan Jenggolo, Sidoarjo, kemarin.

Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman juga sudah memimpin latihan. Sebelumnya, dia izin karena ada urusan keluarga. Dalam latihan kemarin, Djanur – sapaan Djadjang- sudah memberikan porsi taktikal kepada pemain.

Baca Juga :

Hal itu dilakukan sebagai persiapan jelang derby Jawa Timur kontra Arema FC. Meski, laga yang harusnya digelar pada 30 September itu dipastikan tertunda. Djanur ingin Persebaya tetap fokus. Sebab, dia tak ingin Green Force meraih hasil minor dalam laga penuh gengsi tersebut.

“Latihan sudah mengarah ke persiapan lawan Arema. Intensitas juga agak di atas,” kata pelatih 53 tahun itu. Dalam latihan kemarin, beberapa pemain masih absen. Rendi Irwan dan Ruben Sanadi ke Jakarta. Sementara Robertino Pugliara masih dibekap cedera.

Soal Pugliara, pemain asal Argentina itu jelas diharapkan bisa berlaga kontra Arema FC. Karena itu, sejatinya, diliburkannya kompetisi membuat recovery Pugliara jadi lebih lama. Kans untuk tampil juga jauh lebih besar. Tapi, kalaupun pemain 34 tahun itu tetap absen, Djanur mengaku tak masalah.

Dia menilai lini tengah sudah solid saat laga kontra Mitra Kukar (22/9). Kala itu, Persebaya mengandalkan trio Rendi Irwan, M Hidayat dan Misbakus Solikin. “Kami sudah buktikan tanpa Pugliara tetap bisa (menang). Kami harus cari pengganti yang lain. Yang siap. Kalau masih cedera, jelas tak akan kami paksakan,” tambah mantan pepaltih Persib Bandung itu.

Baca Juga :

Hal serupa juga berlaku bagi bek Otavio Dutra. Kemarin, Dutra masih melakoni latihan terpisah bersama Raphael Maitimo. Kondisinya belum juga membaik. Padahal, dalam laga kontra Arema FC persebaya dipastikan tak bisa diperkuat Fandry Imbiri akibat skorsing.

Dalam latihan kemarin, Dajnur tak hanya fokus pada skema permainan. Dia juga mulai memberikan motivasi untuk mengangkat mental anak asuhnya. Maklum, Persebaya jelas bakal menghadapi tekanan super berat dari suporter tuan rumah dalam derby Jatim.

Apalagi, derby semacam ini bukan yang pertama bagi pengganti Angel Alfredo Vera itu. Sebelumnya, dia sudah merasakan duel panas Persib Bandung kontra Persija saat masih menahkodai Persib. “Saya sampaikan ke pemain agar tidak ciut nyali dengan atmosfer di luar lapangan,” kata Djanur.

Di sisi lain, dia juga meminta pemainnya untuk bermain sportif. Dia tak ingin pemainnya bermain buruk yang pada akhirnya bisa memcaning amarah suporter lawan. “Main seperti biasa. Jangan sampai (permainan) menyulut kejadian di luar lapangan,” tegasnya. (gus/jpg)

Komentar telah ditutup.