Fokus

Sofyan Basir Lolos dari Jerat Jumat Keramat KPK

Redaktur: Folber Siallagan
Sofyan Basir Lolos dari Jerat Jumat Keramat KPK - Fokus

Direktur Utama PT. PLN (Persero), Sofyan Basir selesai diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Direktur Utama PT. PLN (Persero), Sofyan Basir, lolos dari jeratan 'Jumat Keramat' KPK. Setelah diperiksa  KPK sekitar 5 jam, dia diperbolehkan pulang dengan status masih sebagai  saksi.

Sebelumnya, banyak yg memprediksi dia akan ditetapkan tersangka oleh KPK mengingat Sofyan Basir sudah beberapa kali diperiksa. Selain itu, KPK sering menetapkan tersangka di hari Jumat kepada seseorang yang sudah dipanggil beberapa kali. Itu sebabnya muncul istilah 'Jumat Keramat'.

Saat keluar dari Gedung KPK,  dengan raut wajah tersenyum Sofyan memberikan keterangan kepada awak media terkait pemeriksaannya.

Sofyan menuturkan apa yang menjadi pertanyaan penyidik kepada dirinya, sudah dijawab dengan baik.

“Hari ini diperiksa untuk Pak Idrus. Terus sudah beberapa pertanyaan awal dan sebagainya sudah dijawab dengan baik. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan baik,” kata Sofyan Basir kepada wartawan seusai diperiksa sebagai saksi di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Sebelumnya, Eni Maulani Saragih, Nicke Widyawati saat menjadi Direktur di PT. PLN, dan Supangkat Iwan Santoso saat menjadi salah satu Direktur di PT. PLN dan Sofyan Basir, pernah melakukan pertemuan di kantor PLN untuk pembahasan awal mengenai proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Namun begitu, Sofyan tidak membenarkan jika pertemuan itu membahas mengenai fee proyek PLTU Riau-1.

“Itu hanya pembicaraan teknis, engga ada yang serius,” ujar Sofyan.

Sofyan juga membantah adanya lobi-lobi dari para tersangka. Menurutnya itu hanya membicarakan tingkat suku bunga saat itu.

“Engga ada, membicarakan tingkat suku bunga, yang lain sudah disampaikan ke KPK,” ucap Sofyan.

Dia juga mempertegas bahwa soal penunjukkan langsung bukanlah dari pihak PLN langsung. Namun dari pihak anak perusahaan PLN.

“Penunjukkan langsung itu anak perusahaan,” ungkap Sofyan. (cr-1)

 

Berita Terkait

Headline / Eni Saragih Ikhlas Divonis 6 Tahun Penjara

Nasional / Setya Novanto dan Kotjo Bersaksi

Hukum / Kasus PLTU, Idrus Marham Masuk Tahap Pelimpahan

Headline / KPK Panggil 4 Saksi Dugaan Suap PLTU Riau-1


Baca Juga !.