Megapolitan

Pengadaan Lahan Tol Serang-Panimbang Rampung

Redaktur: Sumber Rajasa Ginting
Pengadaan Lahan Tol Serang-Panimbang Rampung - Megapolitan

INDOPOS.CO.ID - Kantor Pertanahan Kabupaten Serang berhasil menyelesaikan 95 persen pengadaan lahan untuk pembangunan tol Serang- Panimbang (Serpan) yang melintasi Kabupaten dan Kota Serang sepanjang 19 Kilometer.

Kepala Kantor Pertanahan,Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Serang, Yus Sudarso mengatakan sudah berhasil membayarkan sebanyak 1.861 bidang dari 2.218 bidang yang hendak dibebaskan dengan panjang yang dibebaskan mencapai  19 KM. Adapu anggaran ganti rugi yang sudah dikucurkan sebesar Rp 375 miliar.

“Sekarang ini yang belum dibayarkan hanya lahan di Desa Kemuning, Kecamatan Tunjung Teja,Kabupaten Serang. Namun, dalam waktu dekat ini akan segera dibayarkan, karena nilai ganti rugi oleh tim appraisal sudah keluar, dan musyawarah dengan pemilik lahan sudah dilakukan,” ujar Yus Sudarso kepada  INDOPOS,Seasa (2/10)  

Ditambahkan, suksesnya pengadaan lahan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, bukan hanya kerja dari BPN, namun juga atas bantuan pemerintah daerah, mulai dari RT,RW, kepala desa hingga Bupati dan Wali Kota Serang yang turut mendukung pengadaan lahan untuk PSN di wilayah mereka. Kendati, BPN sebagai ketua tim pegadaan tanah, namun untuk besaran nilai ganti rugi lahan merupakan hasil keputusan tim appraisal yang melakukan taksiran harga, sehingga BPN tidak memiliki kewenangan dalam menentukan harga ganti rugi lahan.

“Untuk nilai ganti rugi lahan, sepenuhnya keputusan dari tim appraisal. Sebagai ketua tim pengadaan tanah, kami hanya melakukan sosialisasi, identifikasi dan verifiaksi data tanah, berkaitan dengan pengadaan lahan untuk tol Serang-Panimbang tersebut,” tuturnya.

Tak kalah penting, tutur Yus, kerja keras tim yang melakukan sosialisasi terhadap pemilik lahan karena mereka sebagai ujung tombak bertugas memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang data kepemilikan tanah dan masalah keuangan untuk membayar ganti rugi yang disiapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). ”BPN hanya mediator saja jika ada sengketa kepemilikan lahan,” imbuhnya

Lebih jauh, mantan Kepala BPN Cirebon dan Ciamis ini menjelaskan setelah dilakukan taksiran harga oleh tim appraisal, penawaran harga tanah milik masyarakat dilakukan menggunakan sistim penawaran harga tanah berada dalam amplop. “Mereka yang keberatan dengan harga penawaran dalam amplop, diberikan waktu 14 hari untuk mengajukan keberatan dan kemudian akan diproses tim penaksiran harga atau appraisal hingga kegiatan pembayaran,” terangnya.

Yus menyatakan, pembangunan Tol Serpan dikerjakan konsorsium tiga perusahaan yaitu PT Wika, PP dan Jababeka Infrastruktur, serta pemerintah. ”Konsorsium membangun sepanjang 50,677 KM dan Pemerintah sepanjang 33KM,” terangnya.

Sementara Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah kantor BPN Serang, Bambang Wudioyono  menegaskan, dalam proses pengadaan lahan untuk tol Serpan hampir tidak ada masalah yang berarti ditemukan di lapangan,karena pihaknya selalu mengacu kepada UU Nomor 2 tahun 2012 dan Perpres Nomor 71 tahun 2012  tentang pengadaan lahan.

Terpisah, Gubernur Banten Wahidin Halim bertekad mempercepat penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) di Banten, salah satunya yaitu jalan tol Serang-Panimbang.  Alasannya, untuk mendorong peningkatan perekononian masyarakat.

“Banyak langkah besar yang akan kita lakukan bersama, baik dengan pemerintah pusat, maupun kabupaten dan kota. Karena Banten ke depan akan menjadi pusat perhatian,” kata Gubernur WH. Selain jalan tol, proyek lain yang ingin ia percepat adalah pembangunan Waduk Karian di Kabupaten Lebak, Waduk Sindangheula di Kabupaten Serang, dan kawasan industri Wilmar di Kabupaten Serang.(yas)

Grafis :

- Panjang Tol Serang-Panimbang 83,677 KM

- Jumlah lahan Tol Serang-Panimbang  yang melintasi Kota/Kabupaten Serang 19 KM

-  Jumlah lahan  2.218 bidang

-  Sudah dibayarkan ganti rugi 1.861 bidang

-  Total Nilai Ganti Rugi Rp 375 miliar.

Berita Terkait


Baca Juga !.