Cukup 20 Persen Limbah Biomassa untuk Penuhi BBM Mobil se-Jakarta

INDOPOS.CO.ID – Pemerintah terus kebut penggunaan bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM). Hingga tahun 2020 pemerintah menargetkan 5-10 persen.

“ Sampai saat ini, kebijakan itu belum teralisasi,” ujar Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI Agus Haryono di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Baca Juga :

Agus menyebutkan, Indonesia kaya akan limbah biomassa yang bisa diolah menjadi bioetanol. Namun sayang, belum ada investor yang tertarik untuk mengembangkan teknologi tersebut.

Sementara itu, Peneliti Kimia Lipi Yani Sudiyani mengatakan, terus berinovasi untuk mengemnagkan bioetanol generasi 1 ke bioetanol generasi 2. Tentu keunggulan bioetanol generasi 2 lebih banyak dibandingkan bioetanol generasi 1.

“ Bioetanol 1 menggunakan bahan dari bahan dasar pangan, seperti jagung, sementara bioetanol 2 dari limbah biomassa,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jumlah limbah biomassa yang ditemukan di Indonesia sebanyak 38,2 juta Ton. Pemanfaatan limbah hingga 20 persen saja, menurutnya bisa menghasilkan sumber energi hingga 124 gigajoules.

Baca Juga :

“ Ini setara 4 juta mobil per tahun atau bisa mencukupi kendaraan se-Jakarta,” katanya.

Yani menuturkan, bioetanol generasi 2 diolah dari bahan dasar tandan sawit, bonggol jagung dan limbah tebu. Kendala teknologi ini, menurutnya memerlukan biaya yang cukup tinggi dan rendah efisiensi.(nas)


loading...

Komentar telah ditutup.