Megapolitan

Kekeringan Mulai Landa Kota Depok

Redaktur: Syaripudin
Kekeringan Mulai Landa Kota Depok - Megapolitan

AIR BERSIH-Warga menunjukkan sumur miliknya yang kekeringan akibat kemarau panjang di kediamannya, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Selasa (2/10). Ahmad Fachry/Radar Depok /JPG

INDOPOS.CO.ID – Kekeringan mulai melanda Kota Depok. Senin (1/10), sebanyak 400 kepala keluarga (KK) di RW 01, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, kesulitan air bersih.

Susahnya air diakibatkan selama Agustus hingga September mengalami kemarau. Ketua RW 01 Ratu Jaya, Jaelani menuturkan hampir 50 persen warga di wilayahnya mengeluhkan masalah kekurangan air tersebut.

”Jumlah keluarga di RW 01 itu ada 800 KK, ya setengahnya mengeluhkan masalah kekeringan ini,” paparnya kepada koran ini, Selasa (2/10). Jaelani juga menegaskan, kekeringan tersebut menyebabkan warga harus kembali mengebor sumur maupun tanahnya, agar memperoleh debit air yang berlebih.

”Rata-rata sumur warga itu di kedalamannya 12 meter. Ini harus di bor lagi sampai 16-18 meter. Sebetulnya ini bisa dilakukan asal warga mau ngebor walaupun biayanya ya cukup mahal,” katanya juga.

Jaelani juga menegaskan, telah memberikan solusi bagi warga yang membutuhkan air, bisa datang ke salah satu masjid yang tidak jauh dari lokasi RW1. ”Di masjid ini, sudah ada sumur resapan, dan warga bisa ambil air di sini. Sehingga di musim kemarau ini warga tidak mengalami kekeringan banget,” tegasnya.

Toni, 39, warga RW 01 Kelurahan Ratu Jaya menyebutkan debit air berkurang ketika musim kemarau ini, hingga menyebabkan kekeringan. ”Sudah sebulan ini, kita kekurangan air kalau nambah sebulan lagi seperti ini gak tau lagi seperti apa keadaanya,” ucap Toni saat ditemui di kediamanya.

Toni menuturkan, sumur yang dimilikinya saat ini harus dibor ulang hingga kedalaman kurang lebih 20 meter, untuk mendapatkan air. Namun, dia mengklaim untuk memperdalam sumur dibutuhkan biaya.

”Sumur milik saya ini kedalamannya 17 meter, harus di bor lagi biar air tanahnya keluar. Tapi, ngebor harus punya biaya minimal Rp 500 ribu,” ucapnya.

Toni juga menegaskan, untuk memperoleh air PDAM diakuinya sangat sulit. Karena pipa PDAM belum dibuat untuk mengaliri air di wilayah tempat tinggalnya. Toni berharap, pemerintah segera membuat sumur artesis sebagai solusi kekeringan di wilayah Ratujaya Kota Depok.

”Saya sih, masih bisa bertahan paling-paling sekarang ada setengah ember per harinya untuk keperluan mandi dan mencuci,” paparnya. (rd/irw/pj/jpc)

Berita Terkait

Jakarta Raya / Kemarau, Kualitas Air Jakarta Memburuk

Megapolitan / Kemarau, Warga Cibarusah Andalkan Kali Cipamingkis

Nusantara / Awal Musim Kemarau, Pacitan Mulai Kekeringan

Nasional / Musim Kemarau di Bulan Ramadan, BMKG Beri Imbauan

Nusantara / Lokasi Kritis di Pesisir Riau, Terpantau 17 Hotspot


Baca Juga !.