Pendidikan Ritel SMK, Tekan Angka Pengangguran

INDOPOS.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya dan PT Alfamidi terkait Penyelenggaraan Pendidikan Ritel bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama tersebut ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan Bowo Irianto dan Direktur Utama (Dirut) PT Sumber Alfaria Trijaya sekaligus PT Midi Utama Indonesia Tri Wasono Sunu. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap, melalui kerja sama tersebut bisa menjadi solusi terciptanya lapangan kerja di masa depan.

“Kerja sama ini adalah sebuah hal yang penting,” ujarnya, usai menyaksikan penandatanganan MoU di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/10). Menurut Anies, lapangan pekerjaan di Jakarta tersedia, namun tidak seimbang antara suply dan demand.

Akibatnya, muncul gap. “Gap itulah yang disebut dengan unemployment. Meskipun temporer, tapi itu akan masuk dalam data,” terangnya.

Melalui MoU tersebut, lanjutnya, dapat memperkecil gap unemployment di Jakarta. Terutama bagi siswa yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

“Selesai sekolah, langsung bekerja. Tidak ada masa tunggu. Bila sekolah dan pemerintah berhubungan langsung dengan lapangan pekerjaan, maka ada proses interaksi yang saling menguntungkan bagi semua pihak,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirut PT Sumber Alfaria Trijaya sekaligus PT Midi Utama Indonesia Tri Wasono Sunu menambahkan, kerja sama tersebut dilakukan sebagai program Implementasi revitalisasi SMK di Jakarta. Program itu sudah dirintis sejak tahun 2013 dengan melibatkan 5 SMK.

“Kita mendukung kurikulum revitalisasi SMK. Perlu ada keterlibatan pihak swasta dalam penyediaan lapangan kerja,” tandasnya.

Perlu diketahui, di tahun ini, jumlah SMK yang terlibat bertambah menjadi 13. Adapun ketiga belas SMK tersebut yakni, SMK Negeri 10, SMK Negeri 22, SMK Negeri 42, SMK Negeri 45, SMK Negeri 19, SMK Negeri 13, SMK Negeri 12, SMK Negeri 48, SMK Negeri 3, SMK Negeri 8, dan SMK Negeri 6, SMK Negeri 20, dan SMK Negeri 17. (ibl)

 

Komentar telah ditutup.