Total Sport

Kemenpora Hadiri Rakernas PB PTMSI, Oegroseno Kecewa

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Kemenpora Hadiri Rakernas PB PTMSI, Oegroseno Kecewa - Total Sport

Dok. Indopos

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Prof Mulyana menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) pimpinan Sri Datok Tahir yang berlangsung di Hotel Century Jakarta, Rabu (3/10).

Padahal, Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) sudah memutuskan PB PTMSI pimpinan Sri Datok Tahir tidak sah dan cacat hukum dan hanya mengakui Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) pimpinan Oegroseno.

“Saya tidak mengerti kok bisa pejabat Kemenpora menghadiri Rakernas PB PTMSI yang jelas gelap,  apalagin BAORI sudah membatalkan hasil Munaslub PB PTMSI versi KONI Pusat. Harusnya Kemenpora menghormati hukum dengan menghargai keputusan BAORI, PTUN dan Mahkamah Agung yang secara sah telah mengakui PP PTMSI,” kata Ketua Umum PP PTMSI, Komjen (Purn), Oegroseno dalam keterangannya, kemarin.

Oegroseno yang juga mantan Wakapolri itu menuding kehadiran Mulyana pada Rakernas PB PTMSI itu berkaitan dengan sumbangan Tahir terhadap kegiatan poco-poco yang diikuti 65 ribu peserta dan diklaim memecahkan rekor dunia. “Jangan mentang-mentang menyumbang poco-poco lantas tidak mengindahkan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Untuk itu, kata Oegroseno, pihaknya akan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan melakukan penyidikan terkait aliran dana ke KONI Pusat yang mendukung pelaksanaan Munaslub PB PTMSI dan Rakernas.

Dia juga menuding adanya sabotase yang menyebabkan tim tenis meja Indonesia gagal mempersembahkan medali di Asian Games 2018 lalu. “Bagaimana atlet kita bisa meraih medali, jika saat menjalani Pelatnas di China mereka selalu diganggu oleh orang-orang yang sengaja dikirim ke sana. Yang lebih parah lagi, mereka yang sudah berada di Jakarta tiga minggu sebelum Asian Games 2018 , tetap terus saja dipanggil. Makanya, persiapan atlet tenis meja Indonesia terganggu dan gagal mendapat medali. Padahal, secara teknik atlet tenis meja Indonesia berada di atas India,” jelas mantan walapolri ini.

“Penampilan atlet tenis meja Indonesia di Asian Games jelas terlihat di bawah performa karena mereka diminta untuk konsentrasi pada PON Papua 2020 dengan janji jika masuk Tim PON Jawa Timur akan mendapatkan dana Rp250 juta dan Tim PON Papua akan dapat dana Rp350 juta,” tambahnya.

Dijelaskan Oegroseno yang juga mantan Wakapolri, pihak PP PTMSI telah berkorban untuk membiayai try out dan trainning camp Asian Games 2018 di China.

 Sebab, pemerintah melalui Kemenpora hanya menurunkan dana Rp 5,4 miliar sementara total dana yang dihabiskan sebesar Rp 8,6 miliar. “Kita sudah nombokin Rp 3,2 miliar dengan dana pinjaman agar pelatnas Asian Games 2018 bisa berjalan,” papar  Oegroseno. (bam)

Berita Terkait

Nasional / Ini yang Membuat Pemimpin Jadi Sukses

Nasional / Waktu Penahanan Tersangka Ditambah

Nasional / Ada Upaya Menutupi Jejak

All Sport / E-Sport Siapkan Gamers ke Manila


Baca Juga !.