Total Football

Kembalinya Kutukan Karius

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Kembalinya Kutukan Karius - Total Football

Loris Karius. Evening Standard

INDOPOS.CO.ID – Belum genap sepekan Loris Karius mendapat julukan baru dari fans Besiktas. Ya, julukan Spiderman didapatkan Karius. Julukan itu setelah dia mencatatkan clean sheet pertama di Super Lig Turki melawan Kayserispor (29/9). Tapi, Jumat dini hari kemarin WIB (5/10) fans Besiktas harus berpikir ulang soal julukan Spiderman itu.

Itu setelah Karius kembali jadi Karius seperti di klub asalnya, Liverpool. Karius kembali melakukan blunder ketika Besiktas ditaklukkan Malmoe FF 0-2 di Swedbank Stadion, Malmoe, pada Matchday kedua fase grup Liga Europa. Blunder itu yang jadi awal terjadinya gol pertama Di blae.

Awalnya, bek Malmoe Andreas Vindheim melakukan crossing. Lantas bola crossing-nya  itu membentur bek Besiktas, Caner Erkin pada menit ke-53. Bola liar berbelok ke gawang yang dijaga Karius. Apesnya kiper yang jadi pujaan fans cewek Besiktas itu salah mengantisipasinya dan bola dengan mudah menjebol gawangnya.

Blunder yang sudah diprediksi fans Malmoe sebelumnya. Dilansir Expressen, sejak awal laga fans mantan klub Zlatan Ibrahimovic itu sudah membentangkan banner besar. Terutama di area tribun belakang gawang. ''Kepalanya masih sakit, bayang-bayang itu (blunder di final Liga Champions) masih menaunginya. Hebatnya, Karius sekarang berada di sini,'' tulis fans Malmoe dalam banner-nya.

Ini blunder pertama Karius di Liga Europa musim ini. Tetapi semenjak datang ke Nevzat  Demir Tesisleri sebagai pinjaman The Reds, Karius telah dua kali blunder pada 35 hari pertama  di Besiktas. Sebelumnya, kiper berusia 25 tahun itu juga melakukan blunder ketika debutnya di Super Lig.

Tepatnya saat bertandang ke markas Bursaspor 2 September lalu. Besiktas yang sudah di ambang kemenangan sampai lima menit terakhir, malah harus tertahan 1-1 ketika blundernya di menit ke-86 berakhir gol Diafra Sakho. ''Saya tak pernah mengira bola itu datang lebih cepat ke arah saya,'' kilah Karius seperti dikutip Fanatik.

Selain gol dari blundernya, Karius memungut bola dari gawangnya untuk kedua kali saat Markus Rosenberg sukses mengeksekusi hadiah penalti. Wasit Aleksandar Stavrev memberikan hadiah penalti bagi Malmoe setelah pelanggaran Erkin pada Rosenborg pada menit ke-76. Nah, gol penalti itu jadi gol keenam yang menjebol gawang Karius musim ini.

Padahal, dia baru enam kali bermain. Artinya, per satu laga dia kebobolan satu gol. Pada saat baru datang di Melwood pada musim panas 2016, Karius bahkan lebih bagus ketimbang di Besiktas kali ini. Kala itu hanya empat gol yang menjebol gawang Liverpool selama dia berdiri di bawah mistar.

Tactician Besiktas Senol Gunes tak mau menyalahkan Karius. Cuma, dia mengakui yang jadi penyebab kekalahan ini karena konsentrasi anak asuhnya. ''Mereka gagal menunjukkan apa yang mereka miliki sebenarnya,'' keluh Gunes, dikutip Fotomac. Selain Karius, Besiktas musim ini sudah pernah memainkan Utku Yuvakuran pada Putaran 2 Kualifikasi Liga Europa melawan Partizan Belgrade (30/8). Setelah itu, posisi nomor satu diberikan bagi Karius.

Meski begitu, Gunes yang berlatar belakang sebagai kiper semasa masih bermain itu pun punya analisis. Kenapa Karius blunder? ''Di babak pertama bagus. Tetapi begitu di babak kedua pemain malah jadi panik mainnya. Apalagi setelah blundernya. Itu bukan permainan yang kami harapkan,'' kritisi mantan kiper timnas Turki pada era 1975-1987 itu.

Dia meminta pemainnya agar belajar dari kesalahan di Malmoe. ''Tebus di Konya,'' sebut pelatih 66 tahun itu. Besiktas pada pekan kedelapan Super Lig bakal bermain lawan Konyaspor di Konya (8/10). Selain Karius, ada pemain yang sempat dilabeli pecundang dari fans jadi buah bibir pada Matchday kedua fase grup Liga Europa ini.

Santi Cazorla dan Yaya Toure juga jadi mantan bintang Premier League yang mencuat di Matchday kedua Liga Europa kemarin WIB. Toure dalam debut Liga Europa-nya tidak berhasil mengantar Olympiacos selamat dari kekalahan 1-3 atas AC Milan di San Siro, Milan. Beda dari Cazorla yang menyelamatkan Villarreal dari kekalahan atas Spartak Moskow. Dia mencetak gol dari titik penalti pada injury time menit keenam. Gol yang membuat skor berakhir 3-3. (ren)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.