Rabu, 17 Oktober 2018 09:22 WIB
pmk

Nusantara

Kerap Resahkan Calon Penumpang, Empat Calo Terminal Diringkus

Redaktur: Nurhayat

PAKSA–Polisi tunjukkan barang bukti yang disita dari empat calo yang selama ini berkeliaran di Terminal Bus Purabaya. MAHRUS/RADAR SURABAYA/JPG

INDOPOS.CO.ID - Para calo penumpang di area Terminal Bus Purabaya Bungurasih Waru, Sidoarjo yang selama ini meresahkan calon penumpang akhirnya dibekuk anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Ada empat pelaku ditangkap karena memaksa calon penumpang dan melakukan penipuan tarif angkutan.

Para calo penumpang yang diamankan yakni Munikrah, 66, warga Jalan Wonokusumo Jaya Barat Surabaya, Aris, 39, warga Jalan Brigjen Katamso, Sidoarjo, Nurul, 36, warga Jalan Karongan Tenggumung, Sampang Madura, dan Fahrihin, 36, warga Jalan Sumbo Sidodadi Surabaya.

Korban dari calo penumpang itu adalah Munakib, 40, warga Madiun. Korban baru saja pulang dari Kalimantan, Kamis (4/10). Dia berjalan masuk ke Terminal Purabaya, Bungurasih untuk mencari tumpangan bus menuju kampung halaman di Madiun.

Sesampainya di dalam terminal, korban dihampiri oleh komplotan calo penumpang, selanjutnya korban ditanya hendak kemana. Tahu korban hendak pulang ke Madiun, kemudian korban digiring oleh tersangka menuju ke salah satu kantor travel.

"Di sana (kantor travel,Red) tersangka dibuatkan tiket tertera nama korban dan diminta membayar Rp 395 ribu. Pada hal sesuai peraturan pemerintah tiket batas atas ke Madiun hanya Rp 49 ribu " terang Kasubdit III Jatanras Polda Jawa Timur AKBP Leonard Sinambela di Mapolda Jatim, Jumat (5/10). 

Namun, karena harganya tidak wajar korban kaget dan protes. Melihat korban keberatan, satu pelaku malah merampas uang Rp 400 milik korban.

"Setelah uang dirampas korban diberi satu tiket itu, lalu digiring kembali masuk ke terminal," tukas Leonard.

Dijelaskan Leo, saat di dalam terminal, salah seorang tersangka malah mengarahkan korban untuk naik ke bus ke Madiun. Pada hal di tiket korban dijanjikan naik travel. Korban protes kembali saat itu. Tapi para pelaku malah merampas tiket milik korban dan kemudian melarikan diri.

"Di atas bus tersebut korban diminta membayar kembali oleh kondektur," paparnya.

Merasa ditipu dan uangnya dirampas kemudian korban melaporkan kasus tersebut ke polisi. Menindaklanjuti laporan itu, Unit IV Premanisme Subdit III Jatanras langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Hasilnya mereka dapat diringkus kurang dari 24 jam di sekitar Terminal Bungurasih.

"Keempatnya ini adalah preman, dengan modus calo yang melakukan perampasan uang korban," terangnya.

Sehari-hari, lanjut Leo, para tersangka mengaku biasa beraktivitas di kawasan terminal sebagai calo. Kepada polisi tersangka mengaku sehari bisa mendapatkan korban minimal tiga orang. 

Dari keempat tersangka, lanjut Leo, satu orang atas nama Munikrah adalah seorang residivis. Munikrah merupakan residivis kasus yang sama dan pernah ditahan tahun 2014 lalu. "Satu orang inisialnya FDK masih buron, kami harap masyarakat yang menjadi korban segera melapor ke polisi," pintanya.

Perwira menengah dengan dua melati di pundak itu menyebutkan, Jumat pagi (5/10) pihaknya juga melakukan razia preman dan calo di dalam terminal. Hasilnya, sekitar 20 preman dan calo diamankan dan didata di Mapolda Jatim untuk dilakukan pembinaan.

Sementara itu tersangka Munikrah mengaku uang hasil perampasan dari korban itu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. "Uang kami bagi berempat," tandas Munikrah. (*/rud/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kriminal 

Berita Terkait

PN Surabaya Diminta Hukum Bos Pasar Turi Baru

Nasional

Anwar Tarung dengan Mantan Ajudan

Internasional

Pelaku Kejahatan oleh Anak Meningkat

Megapolitan

IKLAN