Senin, 10 Desember 2018 10:40 WIB

Jakarta Raya

Pedagang Pasar Bisa Lho Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Redaktur: Dani Tri Wahyudi

DAFTAR-Sejumlah pedagang Pasar Lenteng Agung mendatangi mobil layanan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendaftar sebagai peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan. FOTO: BPJSTK

INDOPOS.CO.ID - Petugas BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilandak blusukan ke Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan (7/10/2018). Kegiatan tersebut untuk mengedukasi pekerja pasar dan sekitarnya tentang pentingnya menjadi peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan.

”Kami tegaskan jika sekarang ini tidak hanya pekerja kantoran saja yang bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Tapi pekerja informal seperti pedagang los, kuli panggul, tukang parkir, hingga tukang ojek pun sekarang punya hak yang sama,” ujar Kelapa Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilandak Panji Wibisana.

Panji menyebut, dirinya mengerahkan sekitar 17 personel untuk mengedukasi pekerja pasar Lenteng Agung. Petugas mengajak berdialog para pedagang dan pekerja di pasar sekaligus langsung menawarkan pendaftaran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Panji respon pedagang kebanyakan belum mengetahui BPJS Ketenagakerjaan.

”Ketika kami dekati, bebanyakan pedagang pasar yang megaku sudah jadi peserta BPJS. Padahal yang dimaksud mereka adalah BPJS Kesehatan. Mereka rupanya tidak tahu ada BPJS Ketenagakerjaan yang dulunya adalah Jamsostek,” ujar Panji. Dengan begitu petugas di lapangan harus selalu memberikan energi yang ekstra guna menjelaskan kepada masyarakat.

Yakni, BPJS di Indonesia itu sebenarnya ada dua. Yaitu, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang sama-sama penting diikuti. Panji menggambarkan, salah satu program BPJS Ketenagakerjaan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan jaminan tanpa batas kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja. ”Biaya pemulihan kecelakaan kerja itu biasanya mahal. Nah, kalau peserta BPJS Ketenagakerjaan seluruh biaya pemulihan itu kami tanggung unlimited, tanpa batas biaya dan tanpa batas waktu sampai dokter menyatakan dia sembuh,” ujar Panji.

Panji menyebut, tidak bisa dibayangkan jika kecelakaan kerja menimpa pekerja rentan yang penghasilannya pas-pasan dan menjadi tulang punggung keluarga. Sudah dipastikan nasib pekerja itu terpuruk dan kondisi perekonomian keluarga hancur. ”Di sinilah negara hadir untuk memberikan perlindungan kepada masyarakatnya lewat program jaminan sosial ketenagakerjaan,” cetusnya.

Dikatakan, setelah mendapat penjelasan rata-rata pedagang mau mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Panji berharap seluruh pedagang Pasar Lenteng Agung menjadi peserta, ”Program BPJS Ketenagakerjaan meningkatkan kesejahteraan. Apabila seluruh pekerja di Indonesia terlindungi program ini maka itu akan mampu mendongkrak perekonomian nasional dan produktivitas pekerja di Indonesia,” tandasnya.(dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bpjs-ketenagakerjaan 

Berita Terkait

IKLAN