Sabtu, 15 Desember 2018 01:15 WIB

Nusantara

BNPB Datangkan Enam Excavator Amfibi Bantu Evakuasi Korban di Wilayah Sigi

Redaktur: Heryanto

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan update jumlah korban gempa dan tsunami Palu di kantor BNPB, Jakarta.

INDOPOS.CO.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mendatangkan enam excavator amfibi untuk melakukan evakuasi korban gempa dan tsunami di wilayah Sigi, Jono Oge, Sulawesi Tengah. Karena sebagian wilayah ini masih berlumpur akibat fenomena likuifaksi. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, ditaksir jumlah perkiraan bangunan yang rusak mencapai 366 unit. Bila tidak menggunakan alat tersebut, nilai Sutopo, proses evakuasi akan mengalami kesulitan. Namun, Tim Sar hingga kini evakuasi tetap dilakukan. Area yang terdampak fenomena likuifaksi 202 hektar.

"Karena itu memerlukan excavator amfibi sebanyak 6 unit. Kondisi lumpurnya masih basah. Proses evakuasi tadi terus dilakukan. Apakah sektor timur dan sebagainya. tidak semuanya area disini tertimbun oleh lumpur sehingga evakuasi terus dilakukan oleh Tim Sar," ujar  di kantor BNPB, Jakarta, Minggu (7/10/2018).

Tak hanya wilayah Sigi yang mengalami fenomena tersebut, menurut Sutopo, Perumnas Balaroa dan Patobo terbawa arus, lumpur setelah gempa bumi terjadi. "Daerah Patobo, Biromaru, Jono Oge, dan Sidera banyak korban terendam lumpur setinggi 3 meter," ungkap Sotopo.

Perumnas Balora kerusakan bangunan ditaksir 1.747 rumah mengalami kerusakan sangat parah. Sedangkan di perumnas Patobo mencapai 744 rumah yang mengalami rusak parah. (dan)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #bnpb #excavator-amfibi #gempa-dan-tsunami-di-sulteng 

Berita Terkait

IKLAN