Total Football

Gagal Menang di Empat Pertandingan Terakhir, Ramos Anggap Situasi Real Masih Terkendali

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Gagal Menang di Empat Pertandingan Terakhir, Ramos Anggap Situasi Real Masih Terkendali - Total Football

Sergio Ramos. ANDER GILLENEA/AFP PHOTO

INDOPOS.CO.ID – Real Madrid dan Bayern Muenchen sama-sama melakukan pergantian posisi pelatih musim ini. Apesnya kedua tim yang mengkoleksi titel domestik terbanyak itu gagal menang di empat pertandingan beruntun.  Kemarin (7/10) di Stadion Mendizorrotza, Los Merengues menyerah 0-1 kepada tuan rumah Alaves. Selain kehilangan tiga angka kekalahan kemarin membuat unit penyerangan Real tumpul dalam empat pertandingan terakhir.

Tak lebih baik dari Real, Bayern dipermalukan 0-3 oleh Borussia Moenchengladbach kemarin di Allianz Arena. Kekalahan kemarin membuat Die Roten melorot ke posisi lima klasemen. Sudah panikkah kedua tim?  Seperti ditulis Marca kemarin maka internal pemain Real masih bersatu untuk mendukung Julen Lopetegui, sang entrenador.

Loyalitas Sergio Ramos dkk kepada Lopetegui ini yang untuk sementara menyelamatkan jabatan juru taktik berusia 52 tahun tersebut.   “Sayalah orang pertama yang harus bertanggung jawab untuk kekalahan ini. Tim ini sudah bekerja dengan sangat keras dalam tiga bulan belakangan,” kata Lopetegui kemarin.

Eks pelatih timnas Spanyol tersebut memahami kalau timnya sudah membuat Madridista patah hati. Apalagi ekspektasi pada Lopetegui sebagai penerus Zinedine Zidane setelah sukses hat-trick titel Liga Champions sangatlah tinggi.   “Sangat logis jika fans sangat kecewa namun ini masih Oktober dan kami hanya kehilangan tiga poin. Jadi, kami akan berjuang bangkit secepat mungkin,” tutur Lopetegui.

Menurut laporan Marca Presiden Real Florentino Perez yang hadir di tribun  Stadion Mendizorrotza kemarin marah dengan kekalahan karena gol Manu Garcia di menit ke-90+5 itu. Usai pertandingan Perez dan beberapa petinggi klub Real dikabarkan langsung turun ke ruang ganti dan menemui para pemain.   “Para petinggi masih optimistis dengan kondisi Real karena berkaca hasil musim lalu. Kala itu Zidane terseok-seok di awal kompetisi namun kemudian membawa pulang Si Kuping Besar,” kata sumber internal Real kepada Marca.

Bek Real Sergio Ramos kepada EFE kemarin mengatakan sangat salah jika menganggap kans Real menjadi juara La Liga musim ini sudah usai jika hanya melihat kekalahan kemarin.  “Kami orang pertama yang tahu apa yang harus dilakukan dengan tim ini dan kami sadar bagaimana untuk melakukannya. Kami harus tetap sabar dan itu yang harus dilakukan fans,” ucap Ramos.

Nah, ESPN mengkritisi pilihan taktik Lopetegui yang masih saja mempercayai Karim Benzema sebagai pemain andalan di lini depan. Musim ini, dari sebelas laga Real di semua ajang hanya Benzema yang senantiasa menghuni starting XI tim kolektor 13 kali juara Liga Champions itu. 

 “Benzema memang menciptakan beberapa tembakan tapi terlihat bagaimana Benzema kesulitan pada posisinya. Dia juga terlihat salah posisi saat menerima umpan dan minim ide ketika memiliki kesempatan melewatu empat bek Alaves,” tulis ESPN saat menilai performa pemain Real kemarin. Benzema mendapat nilai empat dari ESPN pada penampilan kemarin.

Di sisi lain, der trainer Bayern Muenchen Niko Kovac kepada Sky Sports mengatakan semua tim juga menghindari mimpi buruk atas kegagalan menang di empat laga beruntun.   “Namun kami tidak berjuang sebagai satu tim, padahal buat menang kami harus bersatu. Pada saat ini tim ini membuat terlalu banyak kesalahan individu,” ucap Kovac kepada Sky Sports.

Eks pelatih Eintracht Frankfurt tersebut sangat paham situasinya. Bahwa melatih tim sebesar Bayern faktor internal dan eksternal mempengaruhi hasil akhir pertandingan.  Versi Bavarian Football Works beberapa individu secara terang-terangan menyatakan ketidak senangan kepada rotasi yang dipakai Kovac. Misalnya Mats Hummels, Javi Martinez, dan James Rodriguez. 

 “Akan tetapi pemain-pemain yang memegang kunci di ruang ganti seperti Arjen Robben, Franck Ribery, dan Manuel Neuer masih memberikan dukungan kepada Niko (Kovac),” tulis Bavarian Football Works.

Jika melihat kasus tahun lalu dimana Carlo Ancelotti dipecat usai kalah pada dua pertandingan, yakni lawan 1899 Hoffenheim (9/9) dan PSG (27/9), maka nasib Kovac terbilang lebih apik. Padahal musim ini, Kovac sudah sama-sama mengalami jumlah kekalahan yang sama dengan Ancelotti saat dipecat.

Menurut sumber Welt campur tangan Direktur Olahraga Bayern Hasan Salihalmidzic atas dipertahankannya Kovac menjadi salah satu alasan. Brazzo, sapaan Hasan Salihalmidzic, adalah rekan seangkatan Kovac di Bayern era awal 2000-an. (dra)

Berita Terkait

Bola Dunia / Toni Kroos akan Bertahan bersama Real Madrid Hingga Juni 2023

Bola Dunia / Real Madrid Serius Memperbaiki Diri Musim Depan

Bola Dunia / Selebrasi Itu Bikin Kesal Barcelonistas

Bola Dunia / Messi Samai Rekor Iker Casillas

Bola Dunia / Gol Messi Lawan Getafe Dianggap Terbaik Sepanjang Sejarah Barca


Baca Juga !.