Kamis, 13 Desember 2018 06:13 WIB

Jakarta Raya

Menikmati Lezatnya Menu "The Hobbit"

Redaktur: Sicilia

MERIAH-Masyarakat diajak mencicipi berbagai makanan khas Selandia Baru di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (5/10) lalu. Foto: DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Keindahan alam Selandia Baru memang tak perlu diragukan lagi. Kekayaan alam yang terkenal sebagai negara "The Hobbit" ini juga melimpah.

Tak mengherankan jika Selandia Baru kaya akan buah dan hewani. Maka itu, berbagai produk buah, cokelat, susu, dan madu juga diekspor ke berbagai negara. Termasuk ke Indonesia.

Salah satu cara untuk memperkenalkan berbagai produk ekspor Selandia Baru itu, pihaknya membuat acara yang dikemas penuh kehangatan. Pemerintah Selandia Baru menggelar acara "Taste New Zealand".

Komisioner Perdagangan Selandia Baru untuk Indonesia Diana Permana mengatakan, konsumen saat ini menuntut lebih dalam hal kualitas, keamanan, dan yang paling penting adalah rasa. ''Produsen makanan Selandia Baru berkomitmen untuk memberikan pilihan Iebih banyak Iagi kepada konsumen Indonesia. Mereka telah berkembang dari produsen makanan terpercaya hingga saat ini. Menjadi inovator teknologi pangan sehingga semakin besar peluang untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia,'' ujarnya di kawasan The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (5/10) lalu.

Sales and Marketing Manager, Airborne Honey John Smith mengatakan, komitmen perusahaan dalam menyediakan fitur traceability (akses informasi melalui Internet di mana konsumen dapat mengetahui lokasi peternakan lebah di mana madu tersebut dipanen) melalui program TraceMe. Airborne Honey adalah perusahaan pertama di industri yang menerapkan program ini.

''Konsumen tidak hanya menginginkan informasi terkait makanan mereka. Namun mereka juga ingin memastikan bahwa makanan tersebut dapat dipercaya hingga ke asal bahan mentah. Mulai dari persentase serbuk sari dan kandungan gula alami hingga informasi tentang lokasi sarang lebah. Dimana madu tersebut dipanen dipublikasi secara uptodate,'' paparnya.

Kemajuan teknologi pangan Selandia Baru juga memungkinkan produsen makanan untuk mengembangkan cara penelitian, pemanenan, dan pengangkutan pangan. Sehingga menghasilkan efisiensi dan produktivitas yang lebih besar.

Serta makanan yang lebih bergizi untuk konsumen akhir. Zespri, pemasar buah kiwi terbesar di dunia dari Selandia Baru juga menyampaikan telah mengembangkan sistem pasokan.

Untuk memastikan bahwa semua produk dikembangkan menggunakan teknik pengelolaan kebun terbaik. ''Buah melewati beberapa tahapan penyeleksian. Jika didapati buah yang dianggap cacat, buah akan dikembalikan kepada petani. Lalu diberikan catatan teknis untuk perbaikan di kemudian hari,'' kata Geovani Jatmiko, selaku Business Development Manager Zespri Indonesia.

Selain inovasi-inovasi tersebut, produk-produk Selandia Baru juga memenuhi kualitas rasa. Pemenang Masterchef Indonesia musim ketiga Chef William Gozali, juga mengadakan demo masak dengan menggunakan produk-produk dari Selandia Baru pada acara tersebut.

Menurutnya, menggunakan produk-produk Selandia Baru sangat berkualitas. ''Tanpa bahan-bahan tersebut, hidangan akan menjadi tidak sempurna. Saya sangat bersemangat menunjukkan kualitas produk-produk Selandia Baru dalam acara ini,'' singkatnya. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kuliner #selandia-baru 

Berita Terkait

Backpacker Inggris Dibunuh di Selandia Baru

Internasional

Kuliner Jadi Salah Satu Pemikat Wisatawan

wisata

Wisata Baru Gading Serpong

Ekonomi

Icip-Icip Citarasa Asia

Jakarta Raya

IKLAN