Sabtu, 15 Desember 2018 12:22 WIB

Nusantara

Dampak Kekeringan, Minum Air Sungai

Redaktur: Folber Siallagan

UNTUK MINUM-Air sungai kini satu-satunya jadi harapan hidup warga Dusun Palem, Kebonagung. Foto: Radar malang/JPG

INDOPOS.CO.ID – Bukan perkara mudah bagi sebagian warga Dusun Pelem, Desa Ketepung, Kebonagung, bertahan hidup di musim kemarau. Mereka terpaksa memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, mulai mandi, mencuci, hingga memasak dan minum. ‘’Sumber di bukit sudah mengering, mau bagaimana lagi,’’ kata Rasinah, salah seorang warga, kemarin (8/10).

Sekilas, air sungai itu terlihat jernih. Namun, higienitasnya patut dipertanyakan. Pasalnya, tak jarang sampah plastik dan dedaunan hanyut terbawa aliran kali. ‘’Tapi sekarang sudah nggak ada orang yang mandi atau BAB (buang air besar, Red) di sungai,’’ ujarnya.

Warga, lanjut Rasinah, memilih mencuci pakaian langsung di sungai. Akibatnya, air yang dikonsumsi tak jarang berasa lain. ‘’Seperti ada rasa sepetnya,’’ tuturnya sembari menyebut sudah hampir tiga bulan terakhir warga menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari

Rasinah mengaku biasa mengambil air saat subuh. Alasannya, masih sedikit warga wilayah hulu yang mencuci pakaian maupun peralatan dapur di sungai sehingga air relatif bersih.

Tak hanya menggunakan ember dan jeriken, kata dia, sejumlah warga memasang mesin pompa untuk mengambil air sungai. ‘’Kalau yang punya mesin biasanya ditampung dulu sebelum dipakai, nanti airnya akan mengendap,’’ jelasnya.

Amirah, warga lainnya, mengaku awalnya badan terasa gatal usai mandi menggunakan air sungai. Namun, setelah sepekan beradaptasi, rasa gatal itu hilang dengan sendirinya. ‘’Kalau terus-terusan diambil, air sungai lama-lama ya bisa habis. Kami berharap pemerintah mengirim bantuan air bersih ke dusun kami,’’ ujarnya. (mg6/c1/isd)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kekeringan #kemarau 

Berita Terkait

Kekeringan Masih Melanda Ngawi

Nusantara

Warga Berburu Air di Lereng Jurang

Nusantara

Warga Berburu Air di Lereng Jurang

Nusantara

Kemarau, Ratusan Hektare Lahan Pertanian Menganggur

Banten Raya

Penggarap Lahan Kering Lebak Butuh Alsintan

Banten Raya

IKLAN