Banten Raya

Gubernur Akan Sentil Pengelola Wisata Nakal

Redaktur: Sumber Rajasa Ginting
Gubernur Akan Sentil Pengelola Wisata Nakal - Banten Raya

Gubernur Banten Wahidin Halim Dok.Indopos

INDOPOS.CO.ID - Gubernur Banten Wahidin Halim berjanji akan melakukan pembenahan terhadap kawasan wisata yang ada di provinsi ke-30 Indonesia ini, termasuk akan menyentil para pengelola kawasan wisata di Banten yang nakal.

“Memang menjadi persoalan bahwa selama ini image kawasan wisata Banten terkesan kumuh, parkirnya mahal, fasilitasnya kurang baik ini semua karena ada pengelolanya yang nakal. Banyak ruang publik ditutup, makanan juga mahal jadi kawasan wisata Banten jadi kurang ramah bagi para wisatawan. Ini yang kerap dikeluhkan para wisatawan,” kata Wahidin kepada wartawan termasuk INDOPOS, akhir pekan lalu.

Dikatakan, Pemprov Banten sudah berkoordinasi dan terus berdiskusi dengan pihak Polda Banten untuk membereskan praktek premanisme di sejumlah kawasan wisata yang dikeluhkan masyarakat. “Pemprov akan bekerja sama dengan Polda Banten membenahi semua itu, termasuk akan mengundang pengusaha-pengusaha wisata untuk membantu kami menghapus image kurang baik ini,” cetusnya.

Wahidin menyatakan pihaknya berencana merevitalisasi tempat-tempat wisata tersebut karena di sepanjang 500 kilometer pantai di Banten, ada banyak lokasi wisata menarik yang bisa jadi potensi wisata unggulan bagi provinsi ini.

“Ada Pantai Anyer, Pantai Swarna, Ujung Kulon dan banyak potensi wisata lain yang akan kita revitalisasi. Seperti juga Pemprov telah membangun kawasan Banten Lama yang sangat kumuh dan kotor dalam enam bulan terakhir. Dengan perbaikan-perbaikan tersebut, kini kawasan wisata ini dapat mengundang wisatawan datang. Sehingga image kawasan wisata Banten yang kumuh jorok dapat dihapuskan. Demikian juga akan kami lakukan pada kawasan wisata lainnya di Banten secara bertahap,” kata Wahidin.

Mantan Wali Kota Tangerang ini menyatakan Pemprov Banten juga akan memperbaiki infrastruktur kawasan-kawasan wisata itu. “Kami akan benahi infrastruktur jalan, saat ini kami konsen memperbaiki jalan-jalan yang ada di Banten. Khusus tahun 2018 ini, sudah 87 kilometer jalan di Banten yang kami perbaiki dari 100 kilometer yang kami targetkan. Tahun depan akan kita perbaiki 100 kilometer lagi,” katanya.

Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah yang dihubungi INDOPOS, Senin (8/9) menyatakan siap mendukung langkah-langkah Pemprov Banten dalam memperbaiki kawasan wisata di Banten. “Salah satu dukungan kami tunjukkan lewat pembahasan di bidang anggaran, intinya DPRD akan mendukung semua langkah yang diambil pemda untuk kemajuan Banten,” kata Asep.

Terkait akan ada pihak-pihak yang akan terkena imbas dari penataan kawasan wisata yang direvitalisasi, Asep menilai bahwa hal itu tak bisa dihindari. “Namanya penataan kawasan yang semulu kumuh, lalu ditata ulang, pasti ada yang terkena dampak. Misalkan, pedagang kaki lima akan ditata, pengemis tak boleh ada lagi. Tapi kan semua itu untuk kemajuan pariwisata dan pembangunan di Banten dan itu tetap harus dilakukan. Bahkan kalau ada yang menghalangi, DPRD pasti akan memback up langkah penataan itu,” tuturnya.

Dalam catatan INDOPOS, beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial bahwa ada pengunjung kawasan wisata Banten yang mengeluhkan mahalnya biaya makan di sebah rumah makan di kawasan Anyer. Si wisatawan mengunggah makan bakso, ikan bakar, cumi dan cah kanggkung, harga yang harus dibayar mencapai satu juta rupiah. (cr-5)

Berita Terkait

Banten Raya / Wahidin Siap Berlomba Kebaikan dengan Ulama



Banten Raya / Gubernur Minta ASN yang Malas Mundur

Banten Raya / WH : Santri Harus Tiru Perjuangan Para Kiai

Banten Raya / Gubernur : Penolak Revitalisasi Gagal Paham


Baca Juga !.