Senin, 19 November 2018 02:39 WIB
pmk

Hukum

Pulangkan Penyidik Polri, KPK Diminta Jangan Takut Tuntaskan Temuan Indonesialeaks

Redaktur: Heryanto

Gedung KPK

INDOPOS.CO.ID - Koordinator Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska) Adri Zulpianto meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut temuan Indonesialeaks bahwa ada dugaan penghilangan barang bukti yang diduga melibatkan petinggi Polri.

"KPK harus menegakkan hukum tanpa pandang bulu meskipun harus berhadapan dengan institusi Polri beserta petingginya," kata Adri dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Berdasarkan temuan Indonesialeaks, kutip Adri, tidak seharusnya KPK hanya memulangkan dua penyidik KPK yang tertangkap kamera CCTV karena melakukan penyobekan dan menghapus beberapa nama terduga penerima aliran uang dengan Tipe-X serta merobek beberapa lembar buku bank bersampul merah dalam kasus korupsi yang menjerat CV Lauts Perkasa, Basuki Hariman dan anak Buahnya Ng Fenny.

"Sebagaimana temuan dari Indonesialeaks, kami menyayangkan dipulangkannya dua penyidik KPK ke institusi Polri, yaitu Kombes Ronald Roland dan Komisaris Harun tanpa ada proses hukum. Karena mereka sangat kuat diduga mengilangkan barang bukti," ucapnya.

Atas dasar itu, lanjut Adri, pihaknya meminta KPK harus berani menegakkan hukum korupsi dan jangan takut berhadapan dengan petinggi Polri. "Terlebih lagi, para petinggi Polri pun mengakui terkait adanya kasus tersebut, dan menjadi berita pada tahun 2017," kecamnya.

Transaksi dugaan korupsi yang dilakukan Tito Karnavian terjadi sejak Tito masih duduk sebagai Kepala Polda Metro Jaya, periode 2015-2016, dan terjadi lebih dari sekali yang setiap transaksi tersebut sebesar Rp 1 miliar," tutup Adri. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pulangkan-penyidik-polri #kpk-diminta-jangan-takut-tuntaskan-temuan-indonesialeaks 

Berita Terkait

IKLAN