Jakarta Raya

Taman BMW Masih Berupa Rancangan

Redaktur: Purwoko
Taman BMW Masih Berupa Rancangan - Jakarta Raya

DIKUASAI - Salah satu sudut lokasi Taman BMW terpasang pelang yang menyebutkan bahwa lahan BMW milik Pemprov DKI. NASUHA/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengusulkan pembangunan Taman BMW menjadi kawasan terpadu olahraga. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Ratiyono mengatakan, saat ini rancangan pembangunan Taman BMW telah selesai.

“Sudah ada pemenangnya, dan untuk rancangannya stadion bertaraf Internasional, dengan tambahan fasilitas,” ujar Ratiyono kepada INDOPOS, Senin (8/10).

Terkait usul DPRD DKI Jakarta yang menginginkan pembangunan Taman BMW seperti  Stadion Jakabaring, Ratiyono mengaku setuju. Pasalnya, dalam rancangan pembangunan nanti, menurutnya akan dibangun beberapa fasilitas seperti lapangan stadion dalam, lapangan latihan dua buah, lapangan bola voli pasir dan fasilitas olahraga air.

“Kami sepakat dengan usulan Dewan, pembangunan stadion Taman BMW juga sudah mendapat rekomendasi dari FIFA. Jadi stadion Taman BMW nanti lebih baik dari Jakabaring,” katanya.

Ia mengatakan, akan mematangkan lagi terkait skema penyertaan modal daerah (PMD) pada pembangunan Taman BMW. “ PMD bisa melalui BUMD yang membangun nanti,” ucapnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta Bestari Barus berpendapat Taman BMW seharusnya tidak hanya dibangun stadion saja. Menurut dia, sebaiknya di sana juga dibangun fasilitas lain seperti sekolah olahraga.

“Lahan taman BMW luas sekali, sayang kalau hanya dipakai untuk stadion bola. Seharusnya dibuat kayak Jakabaring misalnya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, beberapa fasilitas bisa dibangun di Stadion Taman BMW. Seperti pembangunan sekolah olahraga, restoran, hingga permukiman atlet. Fasilitas tersebut, menurutnya  bisa berada di satu kawasan terpadu yang bisa dimanfaatkan atlet-atlet DKI Jakarta.

Selain soal penggunaannya, Bestari juga menyarankan agar pembangunan stadion dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sehingga, nantinya Pemprov DKI bisa memberikan penyertaan modal daerah (PMD) untuk pembangunan stadion itu.

Dia tidak setuju jika pembiayaan pembangunan stadion menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan pihak swasta. Sebab menurut dia, stadion ini ke depan harus banyak mengutamakan pelayanan untuk masyarakat daripada bisnis.

“Saya khawatir ini agak susah kalau pakai KPBU karena siapa yang mau bisnis sampai triliunan tetapi konsepnya, konsep layanan,” tegasnya.

Sebelumnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pembangunan Stadion BMW dimulai pada Oktober 2018. Namun, hingga kini, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta Ratiyono mengatakan, pembangunan Stadion BMW masih dalam tahap perencanaan. (nas)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / DKI Minim Anggaran Revitalisasi Trotoar

Megapolitan / Draf Tatib Pemilihan Wagub DKI Rampung

Megapolitan / Kata Anies, Pendatang Menggerakkan Perekonomian Jakarta

Megapolitan / Horee…DKI Hapus Operasi Yustisi

Nasional / DKI Sudah Kembangkan Ekosistem Wakaf


Baca Juga !.