Senin, 17 Desember 2018 10:00 WIB

Jakarta Raya

Industri Kreatif Perlu Dukungan Masyarakat

Redaktur: Purwoko

SERIUS - Diskusi industri kreatif di Jakarta. IQBAL/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Industri kreatif semakin berkembang di kota besar seperti Jakarta. Namun, masih banyak para profesional di industri kreatif atau pemilik IP (Intellectual Property) lokal hampir tidak pernah bersinggungan dengan para profesional di bidang pemasaran lisensi. Padahal penjualan IP ujung tombak dari sebuah ekonomi kreatif. Untuk itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melihat perlunya untuk meningkatkan kolaborasi antara para ahli lintas bidang melalui program Katapel.

Deputi IV Pemasaran Bekraf Joshua Simandjuntak mengatakan, melalui program ini, Bekraf akan menjembatani para pelaku kreatif atau pemilik IP dengan para ahli di bidang pemasaran lisensi IP. “Tujuannya, membangun ekosistem yang berkelanjutan untuk mengembangkan berbagai IP lokal serta memperkuat nilai jual di dalam dan luar negeri,” ujarnya, dalam diskusi di Jakarta Teater, Jakarta Pusat, Senin (8/10).

Penjualan IP menurut Joshua, biasa dilakukan melalui tiga cara, yaitu jual putus, jual lisensi, dan jual franchise. “Namun, masih banyak pelaku kreatif kita yang belum paham masalah ini. Padahal potensi daya jualnya cukup tinggi,” katanya.

Ricky Joseph Pesik, Wakil Kepala Bekraf, mengatakan ekonomi kreatif ini dalam laporan BPS terakhir memperlihatkan sebuah data kontribusi sektor ekonomi kreatif terbesar ada di tiga bidang yaitu kuliner, kriya dan fesyen. “Kekuatan ketiga sektor itu ada dalam jumlah produksi,” tandasnya. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #industri-kreatif 

Berita Terkait

IKLAN