Senin, 10 Desember 2018 06:34 WIB

Nasional

Jadi Saksi Kasus Ratna Sarumpaet, Presiden KSPI Dicecar 23 Pertanyaan

Redaktur: Darul Fatah

Ratna Sarumpaet. Foto. ISMAIL POHAN. INDOPOS.

INDOPOS.CO.ID - Polda Metro Jaya terus memeriksa saksi-saksi dalam kasus dugaan kebohongan Ratna Sarumpaet. Kali ini, korps berseragam cokelat itu telah memeriksa Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Saat diperiksa, Said mengakui telah dicecar sebanyak 23 pertanyaan oleh penyidik. "Ada 23 pertanyaan yang disampaikan oleh penyidik untuk dijawab," kata dia kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Dalam pemeriksaan itu, ia juga menceritakan telah menerima telepon dari Ratna Sarumpaet pada Jumat (28/9/2018). Saat itu, Ratna Sarumpaet mengaku telah dianiaya dan ingin bertemu dengan Said Iqbal.

"Ratna meminta saya untuk datang. Tapi tiba-tiba dia menangis dan mengatakan, 'kamu harua datang karena saya dianiaya," kata Said usai diperiksa di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Setelah itu, Said Iqbal memutuskan untuk bertemu Ratna Sarumpaet di rumahnya Jalan Kampung Melayu Kecil V, Tebet, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan itu,

Ratna meminta bantuan Said untuk dipertemukan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Ratna ingin bercerita soal penganiayaan yang dialaminya kepada mantan Danjen Kopassus tersebut.

"Akhirnya terjadi pertemuan Ratna Sarumpaet dengan Bapak Prabowo di suatu tempat, saya sebutkan kepada penyidik. Di situ saya hadir, Ratna Sarumpaet, dan bebeeapa orang lainnya pada tanggal 2 Oktober," terang dia.

Ratna kembali bercerita kepada Prabowo soal penganiayaan yang dialaminya sama seperti diceritakan kepada Said Iqbal. "Tidak ada yang berbeda, persis. Setelah kita semua mendengar, Pak Prabowo sebagai seorang negarawan, sebagai seaeorang yang punya sisi kemanusiaan, dan secara bijak menyampaikan beberapa hal, seperti (lapor) polisi dan lakukan visum et repertum supaya jelas," papar dia.

Namun, Ratna menolak dengan alasan merasa pesimistis laporannya akan ditindaklanjuti oleh polisi. Padahal, Prabowo telah menawarkan pendampingan terhadap Ratna Sarumpaet, melalui ACTA (Advokad Cinta Tanah Air) untuk melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya ke pihak berwajib.

Sementara dalam pertemuan itu, Prabowo juga mengecam kekerasan dalam era demokrasi. Begitu juga Neno Warisman yang juga menghadiri pertemuan itu juga mengecam hal yang sama.

"Kalau memang kamu pesimkstis tidak bisa ditindaklanjuti oleh poliis, Pak Prabowo menyampaikan saya akan bicara dengan Kapolri, tidak boleh ada kekerasan demokrasi. Jadi Pak Prabowo pesannya jelas, etap sejuk, karena saya ada di situ," jelas Said Iqbal.

Seperti diketahui, Ratna kini berstatus tersangka atas dugaan menyebarkan berita bohong alias hoax untuk membuat keonaran. Ia disangkakan dengan UU Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE. (ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #hoax #ratna-sarumpaet #kspi 

Berita Terkait

Ibu-ibu Cantik Siap Tangkal Hoaks

Politik

Kaum Muda Diminta Tak Sebar Hoax

Nasional

Hoax Emak Mirip India

Headline

GP Ansor Laporkan Sejumlah Akun Medsos ke Polisi

Nasional

BEM Nusantara Diminta Tak Terpancing Hoax

Nasional

IKLAN