Nasional

Korban Gempa Sulteng Dambakan Bisa Makan Rendang

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Korban Gempa Sulteng Dambakan Bisa Makan Rendang - Nasional

NIKMAT-Bantuan 1 ton rendang dari Pemprov Sumbar siap didistribusikan ke pengungsi di Kota Palu, Sulteng. FOTO: IST

INDOPOS.CO.ID - Netizen ramai memperbincangkan persoalan bantuan rendang 1 ton dari Pemprov Sumbar untuk korban bencana gempa di Sulawesi Tengah (Sulteng). Menucul isu-isu jika rendang yang sedap itu hanya beredar di kalangan atas saja. Alhasil, banyak korban gempa yang kecewa dan protes di media sosial (medsos).

”Dimohon untuk seluruh warga masyarakat Kota Palu, jangan berharap banyak dengan rendang yang 1 ton, kecuali ada keluarga di dinsos,” cetus seorang netizen bernama Bunga dalam Instagram. Posting tersebut mendapat tanggapan dari tamemannya. ”Nita betul itu rendang kayaknya untuk kalangan tertentu. Saya juga dapat tapi dari iparku yang kerja di dinsos. Enak skaliii ko tau itu rendang,” uncap netizen tersebut.

Netizen berinisial FqAy mengunggah komentar bernada laporan kepada pejabat Pemprov Sumbar. ”Wagub Sumbar Nasrul Abit, Bapak Wali Kota Padang Bapak Mahyeldi Hendri Septa, bantuan kita masyarakat minang tidak sampai ke tangan masyarakat Palu ini Pak…Mohon ditindaklanjuti Pak,” ungkapnya. Pernyataan tersebut ditanggapi seorang bernama Bahrudin Afon. ”Saya dapat tuh. Tapi ada orang dalam di dinsos. Kebetulan saudara,” ujar dia.

Sementara netizen lain nama Zion Pratama mengungkapkan kekesalan kepada pihak penyalur bantuan korban bencana. ”Sudah bukan rahasia umum, kemarin saya dari dinsos urus bantuan buat 1 RT kami tapi ditolak dengan alasan bantuan akan disalurkan ke RT dan kelurahan masing-masing,” ungkap Zion.

Sementara itu Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menanggapi bahwa tidak mungkin bantuan 1 ton rendang dari Pemprov Sumbar bisa terbagi merata kepada seluruh pengungsi korban gempa di Sulteng. ”Jangan dibayangkan 1 ton rendang itu banyak. 1 ton rendang itu setara dengan 1 sapi limousine saat korban Idul Adha,” ungkap Sutopo.

Menurutnya, tentu saja rendang 1 ton tidak akan bisa mencukupi bagi semua pengungsi. Apalagi buat seluruh masyarakat terdampak bencana di Kota Palu. ”Apalagi buat semua masyarakat Sulteng. Masih jauh dari kebutuhannya,” ujarnya.

Sutopo mengaku mendapatkan informasi dari stafnya di lapangan, rendang itu dibagikan ke pengungsi. Tapi tidak mencukupi buat semuanya. ”Staf saya yang diberi rendang akhirnya tidak dimakan. Tapi diberikan ke pengungsi. Padahal rendang di tempat bencana adalah makanan yang sangat nikmat di tengah keterbatasan yang ada,” pungkasnya.(dni)

Berita Terkait


Baca Juga !.