Senin, 19 November 2018 02:40 WIB
pmk

Hukum

Temuan Indonesialeaks, Pertaruhkan Kredibilitas KPK

Redaktur: Dani Tri Wahyudi

MERAH PUTIH-Gedung KPK di Jakarta. FOTO:IST

INDOPOS.CO.ID - Kredibilitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali dipertanyakan. Meski berhasil menjerat puluhan kepala daerah, namun hal itu tidak berarti jika tidak berani mengusut aliran dana yang ada di buku bank warna merah milik CV Laut Perkasa kepada petinggi Polri.

"KPK sejenak bisa menghibur masyarakat dengan melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) 28 kepala daerah sejak tahun 2016 sampai November 2018. Tapi hanya hanya sebagian kecil dari banyak kasus mega korupsi yang tak terbongkar, salah satunya seperti yang terungkap oleh Indonesialeaks itu," kata Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi dalam keterangannya yang diterima INDOPOS di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Munculnya kasus Indonesialeaks itu, ucap Uchok, menambah panjang daftar korupsi megaproyek yang tak terungkap oleh KPK. Di antaranya Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Bank Century, kasus di Pelindo 2, kasus korupsi di PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), kasus perpanjangan kontrak pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), dan kasus korupsi Petral

Kondisi ini, kata Uchok, jelas menyudutkan KPK. Publik nampaknya butuh pembuktian dari Agus Rahardjo dan jajarannya. Guna menepis anggapan bahwa keganasan KPK bukan hanya berlaku di daerah saja namun tidak untuk kasus besar yang melibatkan orang penting.

"Dengan memilih lebih fokus ke daerah dan mengabaikan kasus-kasus besar, ada kesan KPK seperti sedang lari dari medan pertempuran sesunguhnya. Padahal untuk daerah sendiri, hal yang amat sulit bisa ditangani sendiri oleh KPK. Dengan jumlah 542 daerah beserta ratusan ribu pejabatnya tidak mungkin bisa diawasi sendiri oleh KPK yang jumlah personelnya 1500 orang," tukasnya.

Maka untuk itu, CBA meminta kepada KPK untuk segera bergeser sedikit dari menggarap kasus kasus daerah, sudah waktunya menggarap kasus besar seperti temuan Indoensialeaks, yang diduga adanya aliran dana dari buku merah tersebut yang diduga menyasar kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Karena saat ini, kredibilitas pimpinan KPK sedang diuji, antara cepat selesaikan buku merah atau mendapatkan kartu merah. Ketika temuan Indonesialeaks hanya sebuah opini buat KPK," pungkasnya. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kpk #temuan-indonesialeaks 

Berita Terkait

IKLAN