Jumat, 19 Oktober 2018 03:38 WIB
pmk

Nusantara

Daerah Terpencil Butuh Guru Honorer

Redaktur: Darul Fatah

PENGAJAR: Ilustrasi aksi guru honorer.

INDOPOS.CO.ID - Partai Golkar (PG) mendukung langkah pemerintah yang akan  menyelesaikan permasalahan penuntasan guru honorer kategori 2 (K-2). Alasannya, menurut  Ketua Fraksi PG di DPR Melkias Marcus Mekeng, tenaga guru masih sangat dibutuhkan, apalagi di daerah-daerah terpencil.

“Setiap kunjungan ke Daerah Pemilihan (Dapil) selalu dipertanyakan dari konstituen tentang status honorer. Kami dukung pemerintah segera menyelesaikan masalah ini,” kata Mekeng di gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/10).

Ia pun menjelaskan, Fraksi PG siap membantu pemerintah membahas masalah itu. Anggota DPR dari Fraksi PG adalah wakil rakyat. Maka sudah selayaknya memperjuangkan apa yang disuarakan oleh para guru honorer. “Golkar tidak abu-abu. Partai Golkar mendukung honorer masuk ke dalam birokrasi kita,” ujar Mekeng yang juga Ketua Komisi XI DPR.

Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian turut mengatakan, pihaknya siap mendukung penuntasan masalah guru honorer K-2. Komisi X menunggu usulan pemerintah terkait hal tersebut.

“Kami sangat serius mendukung penyelesaian masalah guru honorer ini. Kami di DPR sudah dua kali rapat gabungan lintas komisi. Bersama Komisi IV, Komisi XIII, Komisi IX, Komisi X juga Komisi XI kami rapat bersama para mitra kementerian,” ujar Hetifah yang juga kader Golkar.

Sebelumnya, Fraksi PG menggelar seminar bertema “Kebijakan Penuntasan Guru Honorer K-2”. Dalam seminar itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus menyebut tenaga guru honorer K-2 yang tidak lolos menjadi PNS sudah sepatutnya segera dicarikan solusi.

“Faktanya guru ini kurang, bangunan ada. Siswa ada, tapi guru tidak ada. Akhirnya sekolah merekrut guru dari yang ada. Bahkan, di daerah perbatasan, sekolah sampai merekrut guru dari tantara,” tutur Lodewijk.

Dalam seminar itu, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Supriano yang turut menjadi narasumber menyebut total guru honorer sebanyak 735.825 orang. Dari jumlah tersebut jumlah honorer K-2  sebanyak 157.210 orang.

“Pemerintah sudah membuat simulasi penanganan guru honorer K-2, yaitu sebanyak 12.883 untuk mengikuti tes CPNS sesuai peraturan perundang-undangan. Jika tidak lulus, nanti akan dibuka kesempatan bagi mereka untuk mengikuti tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” pungkas Supriano. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #politik #pendidikan #guru-honorer #aksi-unjuk-rasa 

Berita Terkait

Guru Honorer Kerja Serabutan Agar Dapur Tetap Ngebul

News in Depth

Tidak Dituruti, Honorer Mogok Lagi

Nasional

Pemda Tak Serius Beri Gaji Guru Honorer

News in Depth

Nestapa Guru Honorer

News in Depth

IKLAN