Jumat, 19 Oktober 2018 03:34 WIB
pmk

Total Football

Pertemuan Dua “Anak” Van Gaal

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge

Luis Enrique. AFP PHOTO

INDOPOS.CO.ID - MARCA mengisahkan reuni Ryan Giggs dengan Luis Enrique, tadi malam WIB. Tetapi, bukan menuliskan head to head Giggs dan Enrique sebagai pelatih. Melainkan lebih mengulas tentang memori saat Giggs dan Enrique saling sikut sebagai pemain. Kenangan itu terjadi saat fase grup Liga Champions 1998-1999.

Giggs bersama Manchester United diimbangi Barcelona 3-3 di Old Trafford Manchester, The Welsh Wizard mengawali gol United kala itu lewat heading yang menyambut crossing dari  David Beckham. Nah, sebelum menyundul, Giggs terlebih dulu menaklukkan Lucho dalam adu duel udara. Ya, cuma itu kisah menarik di lapangan selama mereka bermain.

Sebagai tactician, baru dini hari nanti WIB keduanya beradu taktik. Inilah yang menarik. Giggs dan Enrique punya sosok pelatih idola yang sama, Louis Van Gaal. Bahkan, Enrique pun sudah menyebut Van Gaal sebagai salah satu pemain terbaik La Blaugrana. Maklum, dia adalah salah satu pemain kepercayaan Van Gaal.

Dengan The Iron Tulip, Enrique mengantar Barca juara di La Liga 1997-1998 dan 1998-1999, Copa del Rey 1997-1998, dan Piala Super Eropa 1997. ''Saya banyak belajar darinya. Dia pelatih yang punya karakter kuat dan luar biasa,'' sebut Enrique seperti dikutip ESPN. Beberapa nilai plus dari pelatih berkebangsaan Belanda itu pun dia ikuti.

''Dia pelatih yang sangat memperhatikan metode melatih, pekerja keras, dan mempunyai aturan yang jelas. Dia selalu kokoh dalam pendiriannya,'' tambahnya. Enrique jadi salah satu di antara mantan pemain Van Gaal yang sukses melatih. Selain Enrique, masih ada Pep Guardiola, Jose Mourinho, Ronald Koeman, dan Frank de Boer.

Warisan attacking football ala Barca masih dipertahankan Enrique. Bedanya Enrique tak  pernah langsung menjadi tangan kanan Van Gaal seperti Pep, Mourinho, dan Koeman. Giggs di 2014-2015 pernah duduk sebagai asisten Van Gaal. Makanya dia dapat memahami karakter dan taktikal dari sang mantan bosnya itu.

Kepada Soccer AM, Giggs menganggap masa-masa itu sebagai periode pentingnya pada saat belajar taktikal. Karena, itu musim pertama setelah dia pensiun bermain. ''Saya belajar dari bagaimana caranya menyusun tim dan mempelajari sistem kepelatihan yang berbeda,'' sebutnya dilansir Daily Star. (ren)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-spanyol 

Berita Terkait

Secara Statistika, Penggawa Real Paling Loyal

Total Football

Wales vs Spanyol, Ketuk Mata Hati Lucho

Total Football

Penguasa Baru La Liga

Total Football

IKLAN