Senin, 10 Desember 2018 06:09 WIB

Nusantara

MUI Apresiasi Polisi Batalkan Penyelenggaraan Mister dan Miss Gaya Dewata

Redaktur: Dani Tri Wahyudi

BIJAKSANA-Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi. FOTO:IST

INDOPOS.CO.ID - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi pihak kepolisian yang membatalkan rencana penyelenggaraan Grand Final Mister dan Miss Gaya Dewata 2018 di Bali, Rabu (10/10/2018). Kontes kecantikan berbau LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) itu akhirnya batal diselenggarakan. MUI berharap pelarangan itu berlaku di semua daerah di wilayah Indonesia.

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi mengaku prihatin dengan maraknya aktivitas kelompok LGBT yang sudah berani secara terbuka dan terang-terangan menunjukkan eksistensinya.

Masalah tersebut tidak bisa dianggap masalah sederhana, maka perlu mendapat perhatian yang sangat serius dari semua pihak, khususnya dari pemerintah, tokoh agama dan masyarakat. "Praktik lesbian, gay, biseksual, dan transgender serta seks bebas harus dilarang, karena bertentangan dengan nilai-nilai agama dan pancasila," ujar Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Orientasi non-heteroseksual, bukanlah sesuatu yang dibenarkan dalam ajaran agama manapun. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa pada 2014, tentang Lesbian, Biseksual, Gay dan Transgender (LBGT) hukumnya haram atau dilarang oleh agama.

"Semua agama juga melarang tindakan atau perilaku LGBT. Penolakan terhadap LGBT bahkan sudah menjadi kesepakatan bersama dalam hukum positif di Indonesia," ungkap Zainut. Zainut meminta, para tokoh agama semakin sering memberikan pencerahan kepada umatnya tentang pentingnya hidup dengan perilaku seks yang sehat dan bertanggung jawab sesuai dengan ajaran agama.

Serta menjelaskan tentang bahayanya hidup dengan perilaku seks yang menyimpang. Demi menyelamatkan peradaban hidup umat manusia. "Saya yakin dan percaya bahwa semua agama mengajarkan kepada pemeluknya untuk berperilaku seks yang sehat dan bertanggung jawab," tukasnya.

Kontes tersebut merupakan sebuah perayaan tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan Gaya Dewata (YGD) bagi kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Bali. (dan)


TOPIK BERITA TERKAIT: #mister-dan-miss-gaya-dewata #lgbt 

Berita Terkait

Taman Kota Jadi Lokasi Favorit Pelaku LGBT

Megapolitan

Heboh, Aktor Taiwan Ini Kencani Tiga Pria Sekaligus

Indotainment

Mahathir : Tak Ada Hak LGBT di Malaysia

Internasional

Musnahkan Komik LGBT

Nasional

LGBT Dilarang Masuk Bontang

Nusantara

IKLAN